Hari Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 29: 17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9:27-31
Dalam berbagai perbincangan, dialog atau tulisan-tulisan ilmiah sangat jarang orang memperbincangkan iman. Ada berbagai rumusan tentang iman yang dapat dipahami manusia. Namun satu pertanyaan yang bisa diperhadapkan dengan kesibukan setiap manusia untuk mencari pengertian tentang iman, yaitu pernahkah manusia mengalami apa iman itu.
Bacaan-bacaan kitab suci pada hari ini hendaknya membantu setiap orang beriman untuk mengerti keberimanan mereka.
Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang bagaimana Yesus menyembuhkan dua orang buta yang datang menghampiri-Nya. Perjumpaan dua orang buta dengan Yesus merupakan jawaban atas kerinduan mereka untuk dapat melihat. Peristiwa yang kisahkan Matius sebenarnya mengisyaratkan bahwa iman lahir dari mendengar kemudian percaya. Sebab dua orang buta itu tidak memiliki penglihatan terhadap sosok Yesus, bagaimana rupa-Nya.
Lantas apakah sikap percaya hanya merupakan ucapan bibir saja? Jawabannya tidak. Tindakan dua orang buta ini yang datang menghampiri-Nya adalah usaha untuk tidak tinggal diam dan menangisi keadaan mereka. Maka usaha menghampiri dan datang kepada-Nya adalah sikap iman. Oleh sebab itu keberimanan tidak semata-mata tampak dalam pengakuan secara lisan, tapi tampak dalam tindakan.
Nabi Yesaya dalam bacaan pertama menyuarakan bagaimana dua sikap manusia akan kehidupan akan menerima ganjaran. Antara orang-orang yang malang namun beriman kepada Allah akan memperoleh keselamatan dan mereka yang beruntung namun tak mengandalkan Allah akan masuk dalam kesesatan dan kesombongan diri sendiri. Dua orang buta dalam kisah Injil adalah kelompok orang yang malang namun menyadari kekurangan itu sebagai jalan mereka untuk percaya, maka hidup yang manusia alami dan rasakan semestinya membawa mereka kepada kerinduan akan kehadiran Kristus dalam pergumulan.
Bacaan Injil dan bacaan pertama mau mengatakan bahwa keberimanan mendatangkan kerahiman Allah bagi diri manusia. Sebab Allah sejak awal menetapkan manusia untuk selamat dan keselamatan itu ditanggapi oleh iman. Masa adven adalah penantian akan kedatangan Tuhan. Kedatangan adalah tindakan Allah yang menyelamatkan dimana Dia ada dan hadir dalam hati setiap orang. Sikap iman yang ditampakkan oleh dua orang buta adalah menanti sambil berusaha, bukan sebuah sikap pasif duduk dan menangisi keadaan. Keberimanan yang sejati adalah menanti karena kerinduan kepada Yesus sambil menyiapkan diri supaya layak didatangi oleh-Nya.
(Fr.Mario Rumsory)
“Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat” (Yes. 29: 18).
Marilah Berdoa :
Ya Yesus, sembuhkan kerinduan umat-Mu dengan kehadiran-Mu yang sedang kami nantikan. Amin.











