“Mendengar dan Ikuti Dia”: Renungan, Senin 30 November 2020

0
1575

Pesta Santo Andreas (M)

Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22

Di masa sekarang tindakan mendengarkan amat prinsipil, sebab perkembangan informasi dan komunikasi sekarang ini  memungkinkan setiap orang dengan mudah dan cepat memperoleh informasi. Informasi yang disajikan dapat berupa berita yang baik dan edukatif. Tetapi ada juga berita bohong atau hoaks yang bertujuan untuk menciptakan keresahan. Maka amat penting bagi setiap orang untuk menjadi pendengar-pendengar yang bijaksana. Mendengarkan dengan baik dan mencernanya adalah sikap bijaksana dan menentukan berlangsungnya kebenaran dalam kehidupan

Dalam bacaan Injil, dikisahkan tentang Yesus memanggil murid-murid yang pertama. Ketika Yesus memanggil Andreas, Petrus, Yakobus dan Yohanes mereka dengan segera meninggalkan perahu serta ayah mereka dan mengikuti Dia. Mengapa mereka dengan segera atau tanpa berpikir panjang mengiyakan panggilan Yesus? Jawabannya sederhana karena mereka telah mendengarkan kisah atau siapakah Yesus. Mereka tahu bahwa Dia yang memanggil mereka adalah Dia yang telah tampil di hadapan banyak orang.

Tidak heran mengapa mereka tidak segan-segan untuk mengikuti Yesus, karena seperti yang dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Roma. Rasul Paulus berkata bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran dari firman Kristus. Keempat murid setelah mendengar tentang Yesus mereka langsung percaya kepada-Nya. Sebab sejak dahulu pemberitaan akan kedatangan Juru selamat telah dipedengarkan ke seluruh dunia, tapi banyak orang tidak percaya. Mereka hanya sebatas mendengar pemberitaan atau kabar gembira tersebut. Sebaliknya, para rasul yang telah mendengar berita baik itu memilih untuk percaya.

Santo Andreas merupakan salah satu murid pertama yang dipanggil Yesus untuk menjadi penjala manusia. Andreas termasuk dalam kelompok orang yang mendengarkan dengan benar kemudian mengerti dengan bijaksana. Oleh sebab itu dia dan saudaranya Petrus pada waktu itu mengenal siapa yang sedang berbicara kepada mereka di danau.

Teladan mendengarkan dengan benar mendatangkan keselamatan bagi setiap orang yang melakukannya. Apa yang ditampakkan oleh murid-murid yang pertama menjadi sikap hidup orang beriman di masa modern ini. Banyak informasi palsu atau berita hoax yang beredar sana sini, tujuannya untuk menyesatkan setiap manusia bahkan mengadu domba banyak orang. Orang Kristen yang sejati adalah mereka yang mampu memilah apa yang mereka terima sehingga bertindak dan berbuah dengan benar dalam kehidupan.

(Fr. Fiki Panggola)

“Mari ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19)

Marilah berdoa:

Ya Yesus, bantulah kami supaya mampu menjadi pendegar-pendegar yang bijaksana seperti St. Andreas. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini