“Doa Bagi Gereja Di Api Penyucian”: Renungan, Senin 2 November 2020

0
3602

PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (U)

2Mak. 12:43- Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:12-34; Yoh. 6:37-4046; 

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Gereja adalah Tubuh Mistik Kristus. Tubuh Mistik Kristus ini terdiri dari tiga keadaan, yaitu Gereja yang sedang mengembara di dunia, Gereja yang sedang menderita di api penyucian dan Gereja yang jaya di Surga. Tetapi kita semua, walaupun dengan status dan cara yang berbeda, saling berhubungan dalam cinta kasih yang sama terhadap Allah dan sesama. Sebab, bila kita mengatakan bahwa kita tidak memiliki hubungan dengan orang-orang yang telah memasuki surga maka sia-sialah iman kita. Inilah iman akan kebangkitan Kristus dan kasih Kristus terhadap manusia akan kehidupan kekal.

Bacaan Injil  hari ini sesungguhnya menjelaskan mengenai kasih Kristus tersebut. Di mana, kedatangan Kristus terlaksana atas kehendak Bapa untuk menyelamatkan manusia. Maka kita semua diminta untuk mempercayakan diri kepada Kristus, karena kasih-Nya kita bisa berjaya di surga. Namun, kita juga harus percaya dan mendoakan sesama kita yang berada dalam Api Penyucian.

Sebab dalam bacaan yang pertama, ketika Yudas Makabe dan anak buahnya hendak menguburkan jenazah pasukan yang gugur di pertempuran, mereka menemukan jimat dan berhala di kota Yamnia pada tiap jenazah itu. Kemudian, Yudas mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke Yerusalem, untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Hal ini pun dipuji sebagai perbuatan yang sangat baik dan tepat karena Yudas memikirkan kebangkitan (2 Mak 12:43). Sehingga, tradisi mendoakan mereka yang meninggal sesungguhnya sudah dilakukan sejak saat itu. Bahkan, penulis Makabe mengisahkan mengenai kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka (2 Mak 12.45). Maka memikirkan dan mendoakan mereka yang sudah meninggal sungguh merupakan sebuah keutamaan.

Maka, setelah kemarin kita memuliakan dan mohon doa lewat perantaraan orang kudus yang telah berjaya di surga. Pada hari ini kita diajak untuk menaruh kasih kepada mereka yang sedang menderita di api penyucian. Sama seperti kasih Allah terhadap kita, maka kita wajib mengasihi mereka yang sedang menderita dalam api penyucian melalui doa dan derma, agar penderitaan mereka diringankan dan masa pemurnian dipersingkat.

(Fr. Marciano Pantow)

“Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh. 6:40).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bebaskanlah mereka yang sedang menderita dalam api penyucian. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini