“Bijaksana Dalam Melihat Peraturan”: Renungan, Jumat 30 Oktober 2020

0
2158

Hari Biasa (H)

Flp. 1:1-11; Mzm. 111:1-2,3-4,5-6; Luk. 14:1-6.

Ketika kita bertanya soal peraturan sudah pasti di setiap belahan bumi ini ada peraturannya masing-masing. Di Indonesia misalnya ada begitu banyak peraturan yang dibuat dan dikeluarkan untuk menata setiap aspek kehidupan masyarakat. Aturan-aturan ini dibuat bukan tanpa tujuan melainkan demi menata hidup manusia agar menjadi lebih baik dan lebih bijak dalam menjalani hidupnya. Dengan demikian, manusia itu sendiri terikat atau tidak bisa lepas dari peraturan yang telah dibuat. Di mana pun dan kapan pun manusia itu berada. Tetapi banyak juga manusia yang kurang bijaksana dalam menjalankan peraturan yang telah dibuat. Bahkan mereka tidak mengerti secara baik dan benar tujuan dan arti dari aturan-aturan itu sendiri sehingga mereka melanggar peraturan itu sendiri.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini menjelaskan dan menegaskan kepada kita akan arti dan tujuan peraturan sebenarnya. Hari ini Injil mengisahkan tindakan Yesus di hadapan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Kita ketahui bersama bahwa melakukan sesuatu di hari Sabat tidak diperkenankan. Hari Sabat dikhususkan untuk Tuhan. Namun Yesus tetap melakukan penyembuhan pada hari Sabat. Itu dikarenakan Yesus mengetahui dengan benar peraturan itu dan Dia sendiri mengerti dengan benar apa yang Dia lakukan.

Tindakan Yesus ini bukan semata-mata mau menentang atau menyepelekan peraturan-peraturan orang Yahudi. Tetapi Yesus mau mengajak dan mengajarkan kita untuk melihat setiap peraturan dengan lebih bijaksana. Yesus diutus oleh Allah ke dunia bukan untuk menghapus atau mengubah hukum yang telah dibuat tetapi Yesus datang untuk menyempurnakannya. Cara Yesus menyempurnakannya yakni dengan perbuatan dan setiap ajarannya. Peraturan itu penting untuk menata cara hidup manusia tetapi lebih berharga hidup manusia yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia.

Jelaslah apa yang telah dikisahkan oleh Injil Lukas, bagi Yesus menyelamatkan manusia di atas dari peraturan itu sendiri. Sebab manusia diciptakan secitra dengan Allah dan kita diberi roh kehidupan yang berasal dari Allah juga. Manusia memiliki harkat dan martabat yang sama. Oleh karena itu, manusia juga berhak hidup dan berkarya. Marilah kita saling meringankan penderitaan sesama kita terutama bagi mereka yang sakit dan kelaparan. Peraturan dibuat untuk manusia bukan manusia untuk peraturan.

(Fr. Michael Mefri Kewo)

“Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu” (Flp. 1:3).

 

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarilah kami untuk semakin mengasihi sesama kami yang menderita. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini