“Person Berhati Mulia”: Renungan, Senin 26 Oktober 2020.

0
1620

Hari Biasa (H)

Ef. 4:32 – 5:8; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 13:10-17. 

Bacaan Injil hari ini menampilkan person Yesus yang sungguh berhati mulia. Pesan Yesus sungguh jelas bahwa Ia lebih mengutamakan kasih daripada hukum. Sikap Yesus ini sungguh-sungguh tercermin ketika Ia menaruh belas kasihan kepada mereka yang menderita. Wanita yang sudah delapan belas tahun sakit sampai bungkuk punggungnya disembuhkan oleh Yesus. Atas caranya, semua yang menyaksikan hal ini merasakan sukacita karenanya.

Mukjizat yang dilakukan Yesus ini sungguh didasarkan atas kemurahan hati-Nya. Yesus melakukannya atas dasar kasih. Sekalipun demikian, banyak pula yang tidak sependapat dengan perbuatan Yesus. Mereka merasa marah terhadap Yesus hanya karena mujizat ini dilakukan pada hari Sabat. Hari Sabat yang dijadikan sebagai alasan oleh mereka bukan merupakan suatu alasan mendasar. Maka mereka inilah yang Yesus sebut sebagai orang-orang munafik.

Nyatanya, perbuatan kebaikan Yesus ini membuat hidup wanita yang dikisahkan dalam bacaan Injil berubah. Kebaikan Yesus membawa babak baru dalam hidup wanita ini. Pembebasan dari belenggu iblis selama 18 tahun telah mengubah hidup wanita menjadi seorang pendoa. Kini mata fisiknya dan hatinya tertuju kepada Allah, yang dalam diri Yesus berkarya memulihkan keutuhan atas tubuhnya yang selama ini “cacat”. Sungguh, inilah model person yang berhati mulia.

Meski pun kisah penyembuhan yang dilakukan hari ini menimbulkan persoalan dengan orang-orang yang bertentangan dengan-Nya, hari ini juga Paulus memperingatkan kita agar tetap mengampuni orang lain. Paulus mengusulkan agar kita mengingat betapa belas kasih Tuhan yang telah kita terima. Kristus, Putera Allah, itulah teladannya. Ia memahami alasan manusia sedalam-dalamnya, namun selalu memberikan pengampunan. Allah sudah mengasihi kita dengan hati-Nya yang maha mulia maka sudah selayaknya kita pun mengasihi sesama kita.

Maka hiduplah menurut teladan Kristus. Inilah yang sebenarnya harus direnungkan, dihayati dan diungkapkan oleh setiap pengikut Kristus kapan dan di mana pun ia berada. Kita belajar dari Yesus, agar kita juga mampu menampilkan diri sebagai person yang berhati mulia untuk Tuhan dan sesama. Demikianlah kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama kita.

(Fr. Benny Fasak)

“Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah ada di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Ef. 4:32).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, bimbinglah kami agar lebih mengutamakan kasih kepada sesama. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini