“Keselamatan”: Renungan, Rabu 21 Oktober 2020

0
2088

Hari Biasa (H).

Ef. 3:2-12; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Luk. 12:39-48.

Sejak tahun 2018, negara kita dihantam berbagai bencana alam yang dahsyat. Bencana-bencana dahsyat itu memakan ribuan korban jiwa, dan banyak orang kehilangan tempat tinggal. Kini negara kita bahkan hampir seluruh dunia, kembali dilanda bencana, yakni wabah COVID-19 yang mengerikan. Sudah ribuan orang meninggal akibat virus ini. Akibat lain dari wabah ini adalah banyak orang kehilangan pekerjaan, kelaparan merajalela, dan kejahatan terjadi di mana-mana.

Melihat dan mengalami situasi dan kondisi ini, banyak orang mulai putus asa. Bahkan mungkin ada yang mulai mengeluh kepada Tuhan. Bahkan, ada yang mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan. Ada yang mungkin bertanya, apakah ini sebuah cobaan dari Tuhan? Atau lebih kejam lagi sebuah hukuman dari Tuhan? Kalau sebuah hukuman dari Tuhan, mengapa orang baik juga mendapatkannya? Sekejam itukah Tuhan?

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini berbicara tentang keselamatan. Bacaan pertama mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur dan menaruh harapan kepada Tuhan supaya kita memperoleh keselamatan kekal. Kemudian bacaan Injil mengajarkan kita untuk selalu siap sedia agar selamat.

Selain itu, Tuhan telah memberikan kehidupan yang sama kepada setiap orang. Hanya waktu, situasi, kondisi, dan kesempatan yang diberikan kepada setiap orang akan kehidupan itu yang berbeda. Setiap orang diberikan tanggung jawab yang sama yakni memelihara kehidupan dengan target akhir tidak lain adalah surga. Sekarang, apa misi kita untuk mencapai target itu? Misi kita untuk mencapai target itu adalah memelihara Injil dalam hidup kita dengan cinta. Setiap tingkah laku kita seharusnya mengandung kebenaran iman yang Tuhan kehendaki melalui Yesus yang diutus-Nya. Misi inilah yang dipercayakan Yesus kepada kita sepanjang hidup sebelum Ia naik ke surga. Barang siapa menjalankannya dengan baik, sebenarnya ia tidak perlu takut akan hidupnya pada hari esok; ia tidak perlu takut jika saat Tuhan memanggilnya; dan berbahagialah orang itu karena hatinya selalu siap sedia.

Sehingga, pusat dari pencobaan iman adalah tantangan yang terus menerus siaga bagi kedatangan Tuhan. Yesus menekankan bahwa hari kedatangan itu adalah sebuah kejutan. Hari itu pasti datang, hanya saja saatnya tidak pasti kapan. Maka kita sebagai hamba-hamba Tuhan harus siap sedia dan selalu berusaha untuk selalu menyalakan pelita Injil dalam hidup kita.

(Fr. Ignatius Kisa)

“Hendaklah kamu siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan” (Luk. 12:40).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami agar dapat sampai kepada keselamatan kekal bersama dengan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini