Pesta Salib Suci (M)
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17.
Jembatan merupakan sarana penghubung agar orang bisa melintas dari daratan yang satu ke daratan yang lain. Jembatan menjadi solusi agar orang tidak membahayakan dirinya dengan melewati aliran sungai yang deras ataupun melewati jurang yang dalam.
Tidaklah mudah untuk mengarahkan hidup kita pada kebenaran yang bisa menghantar kita pada keselamatan dan kehidupan kekal. Bangsa Israel sendiri mengalaminya di tanah Edom. Tindakan melawan Allah karena duka nestapa yang mereka lalui, tidak akan mengurangi beban yang ada. Sikap membenci Allah dan menganggap bahwa Allah penyebab bencana, justru akan membawa kita pada penderitaan. Sekalipun manusia menaruh perasaan benci kepada Allah, namun Allah tetaplah sebagai Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Oleh karena itu, untuk bebas dari penderitaan kita perlu untuk berdamai dengan Allah.
Tindakan perdamaian yang tepat adalah, memohon ampun, bertobat dan percaya kepada-Nya. Cara inilah yang digunakan Bangsa Israel untuk berdamai dengan Allah. Tindakan ini kemudian ditanggapi oleh Allah dengan memberikan jalan keselamatan kepada mereka. Allah menyuruh Musa membuat ular tedung dan menaruhnya pada sebuah tiang, sehingga setiap orang yang terpagut ular, melihat itu dan kemudian kembali percaya kepada-Nya.
Saudari-saudari sekalian, Allah mengasihi umat-Nya sehingga di saat manusia mengalami penderitaan dalam hidup, Ia membantu dengan sepenuh hati agar manusia dapat mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan hidup bisa dicapai dengan meneladani Putera-Nya, Yesus Kristus. Yesus adalah jalan satu-satunya menuju kebahagiaan kekal bersama Bapa. Yesus Kristus adalah karunia terbesar yang diberikan Allah bagi manusia. Kehadiran Yesus Kristus menjadikan manusia terbebas dari belenggu dosa dan pada akhirnya bisa mengalami kebahagiaan kekal di surga. Kita hanya perlu membuka diri agar rahmat cinta kasih Allah yang Ia berikan lewat perantaraan Putera-Nya dapat bekerja dalam hidup kita. Kematian Yesus di kayu salib telah menyelamatkan manusia dan kebangkitan-Nya adalah tindakan pemuliaan bagi Allah. Sebab itu, Allah sendiri meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan di bumi dan segala langit mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.
(Fr. Jefry Fenanlampir)
“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:3).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, biarlah kehendak–Mu terjadi dalam hidupku agar aku dapat berdiri di jalan kebenaran. Amin











