“Belas Kasih Yang Menguatkan”: Renungan, Kamis 27 Agustus 2020

0
1677

Pw. S. Monika (P)

1 Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51

Kasih itu tak berkesudahan! Ia menerobos penghalang bagi manusia dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Kasih malah menjadi kekuatan dan semangat bagi orang-orang dalam pelbagai dimanika kehidupan. Hal ini telah ditunjukkan oleh Rasul Paulus dalam bacaan pertama. Paulus menerapkan spiritualitas kasih kepada jemaat di Korintus.

Rasul Paulus mengajak jemaat di Korintus untuk selalu mengungkapkan tanda kasih yang mereka dapatkan dari Allah lewat ungkapan syukur.  Walau pun dalam keadaan dan persoalan yang tidak menentu atas jemaat di Korintus. Keadaan apapun, kondisi apapun hendaknya tidak meluluhkan semangat untuk mengikuti kebenaran yang telah ditunjukkan oleh Kristus. Bahkan ketika berada dalam ketakutan manusia terbesar yakni kematian, jangan pernah melupakan kasih yang berlangsung dalam kenyataan hidup di dunia.

Hal ini dengan jelas direalisasikan oleh Yesus dalam bacaan Injil. “Ketergerakan hati Yesus” dan ucapan “Bangkitlah!” adalah bukti nyata dari rasa belas kasih-Nya. Yesus menampilkan keterbukaan hati-Nya kepada orang yang berada dalam kondisi tak menentu saat itu. Sahut-Nya, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Anak muda itu bangkit, dan serentak juga Yesus menyerahkan anak muda itu kepada ibunya. Apakah Yesus ingin dipuji karena karyaNya? Apakah Yesus ingin disorak-soraki? Tentu tidak!

Apa yang mau Yesus ajarkan? Kasih menjadi pedoman untuk melakukan kebenaran. Bukan karena ingin menunjukkan kesombongan ilahi, tetapi Yesus ingin bahwa kasih yang Dia bawa, harus berlanjut kepada orang-orang lain. Kasih harus mengalahkan keterpurukkan, keberdosaan dan ketidakberdayaan manusia. Bahkan untuk pengharapan dan sukacita yang hilang dari si janda dan jemaat di Korintus, kasih yang diajarkan Yesus, hendaknya tetap bertumbuh.

Pribadi Sta. Monica telah mengungkapkannya. Ia bahkan mengubah suami dan anaknya St. Agustinus memasuki jalan dan kebenaran yang diajarkan Yesus Kristus. Inilah buah dari kasih; mengubah segala perkara kehidupan yang dialami manusia. Semoga kita semua menjadi pelaku belas-kasih di dunia ini, agar keberlangsungan kasih bagi orang-orang lain tak bisa terputus dan kita semua hidup berdasar kehendak dan kemauan dari pribadi Yesus Kristus sendiri.

(Fr. Dirros Pugon)

“Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya” (Luk. 7:16).

Marilah Berdoa:

Tuhan, bukalah hati dan pikiran-ku untuk menjadi seperti-Mu; supaya aku tidak lelah untuk mengucap syukur atas membagi kasih kepada orang lain yang membutuhkan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini