“Prioritas Hidup”: Renungan, Selasa 25 Agustus 2020

0
3284

Hari Biasa (H)

2Tes. 2:1-3a, 13b-17; Mzm. 96:10,11-12a,12b-13; Mat.23:23-26

Akibat dari virus covid-19, kita diminta untuk tetap di rumah (Stay at home) dan membatasi segala aktivitas di luar rumah. Hal ini telah menghambat segala pekerjaan yang dilakukan. Semua orang pasti bertanya-tanya, bagaimana dengan pekerjaan saya? Kita dituntut untuk dapat membuat prioritas dalam hidup. Dengan membuat prioritas, orang dapat memilah-milah, mana pekerjaan yang hendak dilakukan, yang menurut hemat-nya amat mendesak. Tentu dengan selalu menggunakan alat pelindung diri.

Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, bacaan hari ini mengisahkan bagaimana Yesus secara tegas mengkritik dan memberikan nasihat, kepada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka lebih memprioritaskan masalah perut dari pada Taurat Allah. Mereka mengutamakan selasih, adas manis dan jintan yang merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan rempah-rempah, bahan makanan dan minuman dari pada hukum Taurat yakni keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Padahal sebagai seorang ahli Taurat dan guru, mereka seharus memberikan teladan yang baik dan mengutamakan nilai yang ada dalam Taurat.

Berhadapan dengan situasi kritis dan juga kenikmatan duniawi, terkadang membuat kita tidak punya, bahkan salah membuat prioritas seperti yang dilakukan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Tak jarang kita lebih mementingkan kepentingan pribadi dan mengesampingkan kepentingan umum bahkan juga melupakan Tuhan. Oleh karena itu dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa: “Yang satu harus dilakukan namun, yang lain jangan diabaikan.” Kita harus mampu membangun prioritas hidup, sehingga dapat mengutamakan hal-hal yang penting untuk dilakukan dan dihidupi, tanpa mengabaikan hal lain.

Bagaimana cara kita melakukannya? Bacaan pertama dengan sangat baik telah memberikan petunjuk bagi kita yakni dengan percaya dan memegang teguh ajaran-ajaran Allah. Sebab dengan ajaran-ajaran ilahi tersebut, kita tak dapat sesat karena telah disatukan dengan Allah. Kita percaya bahwa, kita selalu dituntun oleh Roh Kudus. Tuntunan dan bimbingan Roh Kuduslah yang kita perlukan agar tak sesat dalam memprioritaskan sesuatu dalam hidup. Taat dan hidup berdasarkan ajaran Allah, akan mendatangkan rahmat Roh Kudus yang selalu berperan dalam hidup. Dengan demikian, setiap keputusan, tindakan serta prioritas kita, selalu mengutamakan keadilan, belas kasih dan kesetiaan sesuai dengan Taurat Allah. Semoga Tuhan menuntun kita selalu.

(Fr. Ever N. Leftungun)

Yang satu harus dilakukan dan lain jangan diabaikan” (Mat. 23: 23b).

Marilah berdoa:

Ya Allah, utuslah Roh Kudus-Mu dan tuntunlah aku sehingga keadilan, belas kasih dan kesetiaan selalu hidup dalam tindakanku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini