“Aku Lemah & Rapuh”: Renungan, Sabtu 26 Mei 2018

0
6035

Pw S. Filipus Neri, Im (P)

Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

Kadang dalam kehidupan kita sering menyepelekan anak-anak. Apa yang membuat hal itu terjadi? Itu terjadi karena anak-anak kecil sering dianggap pengganggu dan tidak produktif. Mendengar mereka menangis, minta ini dan minta itu, seringkali membuat kita jengkel.

Sering kali kita suka melarang anak-anak untuk melakukan sesuatu. ”Melarang inilah, itulah, jangan lakukan itu jangan dan lakukan ini, dll.” Akhirnya itu berdampak untuk masa depan dari anak-anak. Mereka menjadi takut, tidak berani karena terkekang dan bahkan tidak dapat berkembang. Apakah itu yang kita mau?

Hal ini serupa dengan apa yang dilakukan para murid. Para murid yang mengusir anak-anak kecil yang datang kepada Yesus karena dianggap pengganggu. Akan tetapi Yesus justru marah kepada para murid: “Jangan menghalang-halangi mereka sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga.”

Yesus justru berkenan kepada anak-anak kecil. Hal ini dimaksudkan agar status sosial anak-anak diangkat. Anak-anak mendapat bagian yang sama dengan orang tua dalam cinta kasih Yesus. Tuhan mencintai anak-anak.

Ingatlah! Anak-anak kita membutuhkan bimbingan dan mereka pun perlu mengenal Yesus. Sebab anak-anak itu rapuh, tidak berdaya, dan mudah untuk dipengaruhi. Apalagi zaman sekarang ini. Jika mereka jauh dari Tuhan maka apa yang akan terjadi kepada mereka? Seharusnya di dalam diri merekalah Tuhan tinggal.

Dalam Injil Yesus mau menunjukkan juga bahwa kita harus “belajar dari anak-anak.” Janganlah melarang anak-anak untuk datang kepada-Nya. Kenapa demikian? Karena sifat anak-anak yaitu rendah hati, polos, tulus dan tidak bersandar pada diri sendiri tetapi pada orang tua.

Orang yang ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah harus datang kepada Allah dalam sikap seperti anak kecil. Datang dan siap menerima segala sesuatu dari Allah dengan hati yang sederhana dan penuh rasa terima kasih. Bersandar dan mendekatkan diri kepada Allah yang penuh kasih. Anak kecil yang lemah dan tak berdaya menjadi perhatian bagi Yesus.

Hal ini mau mengingatkan kita bahwa kita juga harus memberi perhatian kepada yang miskin dan tak berdaya. Kita pantas belajar dari St. Filipus Neri yang mengasihi semua orang bahkan mengasihi orang kecil. Kita janganlah menghalangi mereka, tapi kitalah yang harus membawa mereka kepada Tuhan lewat perhatian dan pertolongan kita kepada mereka.

(Fr. Hanny Ering)

“Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu” (Mrk. 10:14a).

Marilah berdoa:

Tuhan, pandanglah anak-Mu yang lemah dan rapuh ini, dan tolonglah kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini