“Istimewa di Hadapan Allah”: Renungan, Kamis 23 Juli 2020

0
3434

Hari Biasa (H)

Yer. 2:1-3, 7-8, 12-13; Mzm. 36:6-7ab, 8-9, 10-11; Mat. 13:10-17

Dalam hidup, setiap orang mempunyai orang-orang istimewa. Mereka yang istimewa itu beragam; orang tua, suami, istri, saudara, sahabat, maupun kekasih. Mereka dianggap sangat istimewa di hati karena mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi kehidupannya. Bahkan tidak jarang kita bebas mengungkapkan isi hati kita kepada mereka, baik yang rahasia sekalipun.

Bacaan-bacaan hari ini menampilkan tentang bagaimana menjadi orang yang istimewa bagi Allah. Dalam bacaan Injil, para murid dengan keheranan bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa Ia berkata-kata kepada orang lain dengan menggunakan perumpamaan? Maka jawab Yesus: ”Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi kepada mereka tidak” (Mat. 13:11).

Pertanyaannya, mengapa sampai rahasia Kerajaan Surga hanya dinyatakan kepada para murid? Ya, jawabannya, karena mereka selalu mendengarkan dan melaksanakan apa yang disabdakan oleh Tuhan Yesus. Mereka adalah istimewa bagi Yesus. Namun, tak jarang pula keistimewaan itu dikhianati. Yeremia dalam bacaan yang pertama, menampilkan para penduduk Yerusalem yang sangat dikasihi oleh Allah. Namun mereka kemudian berbalik dari-Nya. Mereka tidak lagi mengindahkan kebaikan Allah dan berpaling kepada kehidupan yang menyesatkan.

Kita pun sebagai pengikut dan murid-murid Kristus adalah istimewa bagi Dia, Namun, kadang kita belum mampu untuk menjadi orang istimewa sebagaimana yang diharapkan Tuhan. Menjadi orang yang istimewa bagi orang lain bukanlah harus melakukan sesuatu yang wow, luar biasa, atau menakjubkan. Tetapi dengan melakukan hal-hal yang kecil.

Dalam Injil Tuhan sudah menunjukkan hal-hal kecil apa saja yang harus dilakukan bila menjadi orang yang istimewa, yaitu: “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Mat 13:16). Hal-hal kecil seperti inilah yang kadang disepelekan banyak orang. Kita adalah murid-murid Kristus, yang mengenal Dia tetapi selalu menjauhkan diri dari-Nya. Berarti Tuhan menganggap kita adalah istimewa namun kita sajalah yang belum mampu memahami sejauh mana menjadi istimewa bagi Allah.  

Kiranya Sabda Tuhan hari ini menghantar kita untuk menyadari betapa kita istimewa bagi Tuhan. Sadarilah bahwa menjadi orang istimewa adalah mereka yang mampu melihat, mendengarkan dan menanggapi Sabda Allah, dengan itulah kita pun mampu menjadi istimewa bagi Allah dan sesama. Rendah hatilah untuk mendengarkan dan setia melaksanakan Sabda Allah, karena pada Tuhanlah ada sumber kehidupan. Sungguh, kita semua adalah istimewa di hadapan Allah.

(Fr. Irman Bille)

”Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga”
(Mat. 13:11).

Marilah berdoa:

Bapa, tuntunlah mata dan telinga kami untuk selalu dekat dengan Firman-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini