Corona merupakan virus yang saat ini menghantui setiap manusia di muka bumi. Virus Corona sangat membahayakan kehidupan setiap orang yang ada di dunia ini. Untuk itu ada banyak interpretasi tentang teologi mengenainya. Mungkinkah Virus Corona merupakan salah satu tanda bahwa Allah sedang murka terhadap manusia? Jawabannya TIDAK. Allah tidak membiarkan umat-Nya larut dalam penderitaan. Allah sedemikian mengasihi manusia. Bahkan Ia menyelamatkan manusia dari kedosaannya.
Bacaan-bacaan hari ini hendak menunjukkan tanda-tanda keselamatan Allah. Matius dalam Injilnya memperlihatkan bagaimana orang-orang Farisi meminta sebuah tanda dari Yesus. Orang Farisi menuntut tanda kepada Yesus, kendati mereka telah menyaksikan berbagai mujizat yang dilakukan oleh Yesus. Mereka menuntut tanda bukan karena hendak percaya kepada Yesus, namun karena luapan kebencian mereka terhadap-Nya. Mereka berkata, “ Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu” (Mat. 12:38).
Namun, terhadap tuntutan ini, Yesus tegas menolak, “Angkatan yang jahat ini tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus” (Mat 12:39). Perkataan Yesus ini sungguh menggambarkan suatu tanda. Yunus adalah nabi yang diutus Allah untuk mempertobatkan orang Niniwe. Yunus memang merupakan seorang nabi akan tetapi, Yesus lebih daripada Yunus! Dia bukan sekedar utusan Allah, melainkan Putra Allah. Dia yang tinggal dalam perut bumi tiga hari tiga malam, sebagai lambang pemakaman dan kebangkitan-Nya dari alam maut.
Yesus hendak mengatakan bahwa tanda yang nyata adalah diri-Nya sendiri yang hadir. Dia hadir untuk menyelamatkan dosa umat manusia. Kesengsaraan, penderitaan yang dialami oleh dunia saat ini bukan berarti Allah meninggalkan atau membinasakan manusia. Tetapi Allah selalu hadir kapan pun dan di mana pun, karena kasih-Nya begitu besar akan dunia ini.
Betapa Allah sangat mencintai kita. Kasih-Nya tidak akan pernah pudar. Dia selalu hadir dan berkarya untuk semua orang. Demikianlah tanda kehadiran cinta kasih Tuhan nampak lewat kasih-Nya yang begitu besar. Dalam menanggapi tanda ini, Allah menghendaki supaya umat-Nya tidak seperti orang-orang Farisi. Allah mau supaya umat-Nya hidup saling mencintai, menolong dan terhindar dari kebencian. Belajar dari nabi Yunus yang awalnya tidak percaya, tetapi karena imannya maka Yunus berhasil mempertobatkan orang-orang Niniwe. Maka marilah kita senantiasa melihat tanda itu dalam diri kita. Laksanakan perbuatan kasih dan Allah senantiasa akan menunjukkan tanda-Nya yang menyelamatkan.
(Fr. Fidelis Solilit)
“Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu” (Mat. 12:38).
Marilah Berdoa:
Tuhan, ajarilah umat-Mu untuk memahami tanda-tanda hidup ini. Amin











