“Misi Khusus”: Renungan, Rabu 8 Juli 2020

0
2025

Hari Biasa (H)

Hos. 10:1-3, 7-8, 12; Mzm. 105:2-3, 4-5, 6-7; Mat. 10:1-7

Dalam kemiliteran seorang prajurit sangat diharapkan loyal dan bekerja keras ketika menjalankan sebuah misi yang diberikan kepada mereka. Kualitas seorang prajurit diuji ketika mereka turun langsung dan menuai keberhasilan dalam misi-misi mereka. Namun apa yang ditunjukkan baik profesionalitas, kesetiaan dan cara menjalankan misi, tidak pernah terlepas dari pemimpin yang senantiasa memberi arahan, teladan dan kedisiplinan kepada para bawahannya. Pemimpin yang baik adalah guru bagi para anggotanya.

Kisah dalam Injil Matius adalah peristiwa bersejarah dalam kehidupan dua belas orang yang disebut sebagai Para Rasul. Panggilan Yesus kepada mereka menjadi awal misi kehidupan sepanjang kehidupan mereka di dunia. Dalam Injil terkesan Kristus mengadakan perutusan khusus bagi umat Israel saja. Dan memang benar karena Kristus mengkhususkan perutusan pertama kedua belas orang ini untuk mengumpulkan kembali orang-orang Israel yang tersesat. Hal ini dilatarbelakagi bahwa Bangsa Yahudi adalah simbol janji keselamatan Allah dan oleh karena situasi bangsa saat itu bertahun-tahun lamanya dikuasai bangsa kafir.

Nubuat Hosea jelas mengungkapkan situasi Israel pada zamannya yang penuh dengan keberpalingan umat Allah dari-Nya. Kini Kristus mengulangi kembali tindakan Hosea sekaligus menawarkan kembali bahwa janji keselamatan tetap ada bagi bangsa ini dan umat manusia seluruhnya. Panggilan dan perutusan para rasul menjadi sebuah misi yang besar dan dilatarbelakangi oleh rencana keselamatan Allah dari satu bangsa menuju seluruh bangsa di dunia ini.

Kesediaan Para Rasul dalam panggilan dan perutusan tak selamanya diterima dan disambut baik, sebab akan tiba masanya di mana akan terjadi penolakan bahkan penganiayaan. Namun apa yang dapat menggetarkan hati seorang rasul Kristus selain kuasa yang diberikan Sang Guru kepada mereka. Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini memberikan gambaran bagaimana Allah tetap setia akan janji-Nya bagi umat manusia kemudian bersedia diutus bagi sesamanya. Dalam perjanjian lama Allah berbicara lewat Nabi Hosea dan dalam Perjanjian Baru, Dia turun ke dunia berkarya dan memilih manusia untuk ambil bagian dalam rencana keselamatan yang kini tetap berlanjut dalam Gereja.

Kini semua orang beriman dipanggil dan diutus, bukan dengan menghadapi ancaman dan kekerasan, tapi justru kenyamanan dan kemalasan manusiawi yang menjadi musuh untuk menjalankan misi ini. Maka, misi khusus mesti dilaksanakan dengan tutur kata dan tindakan yang dapat membawa orang lain pada keselamatan.

(Fr. Joctaf Geres)

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat. 10: 7).

Marilah Berdoa :

Ya Kristus, jadikanlah kami pembawa keselamatan bagi semua orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini