Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus (P)
Ul. 7:6-11; Mzr. 103:1-2,3-4,8,10; 1Yoh. 4:7-16; Mat. 11:25-30.
Setiap manusia yang melakukan tindakan kebajikan pasti kita akan dikenal sebagai orang yang baik hati. Sebaliknya, orang yang melakukan segala bentuk kejahatan pasti disebut tidak memiliki hati. Ketika kita menolong orang, mengasihi orang lain, berdamai dan percaya kepada orang lain, kita akan dikenal sebagai orang yang baik hati. Di saat kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tindakan itu, kita pasti akan dibilang orang yang tidak punya hati.
Kita dapat melihat pribadi Yesus dengan hati yang luar biasa. Hati Yesus adalah “Hati Kudus”. Itulah mengapa Yesus bisa melakukan kebaikan yang luar biasa, yakni menyelamatkan umat yang disayangi-Nya dari belenggu dosa. Dalam Injil, Yesus mengajak mereka yang letih dan berbeban berat agar datang kepada-Nya. Hati Yesus mampu memancarkan kasih dan sikap lemah lembut yang mampu memberikan kelegaan. Yesus bahkan memastikan bahwa apa yang diberikan-Nya adalah enak dan dapat meringankan beban hidup. Tujuan Yesus memanggil kita agar hati kita dapat dibebaskan dari belenggu dosa. Yesus mengajak kita untuk memiliki hati yang mampu memancarkan kasih dan kelembutan dalam setiap tindakan kita.
Dalam Kitab Ulangan, Allah juga memanggil umat-Nya Israel untuk datang kepada-Nya. Di dalam hati-Nya, Allah sangat menyayangi dan memegang sumpah yang Dia berikan. Allah di zaman Perjanjian Lama ingin membebaskan umat Israel dari penjajahan Mesir. Ini semua adalah berkat kasih Allah yang terpancar dari Hati yang teramat kudus. Dalam surat pertama Rasul Yohanes, dikatakan bahwa Allah adalah kasih. Karena itu Ia mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk membawa perdamaian bagi hati kita. Damai yang diberikan Yesus dalam hati membuat kita menjauhi hal-hal yang jahat.
Tantangan bagi kita manusia zaman ini, apakah kita sudah membuka hati untuk kasih Kristus? Apakah kebaikan yang kita buat selama ini berlandaskan hati yang benar-benar tulus? Ataukah hati kita sesungguhnya dipenuhi dengan kecemasan, ketakutan, dan kemunafikan akibat dosa? Marilah kita membuka hati kita untuk menerima terang kasih Kristus. Sehingga kasih Kristus benar-benar menerangi hati dan budi kita. Semoga hati kita bisa menjadi kudus dan membawa keselamatan. Yesus ingin kita selamat dan hidup sebagai manusia yang berhati luhur dan berbudi baik. Menjadi manusia yang bertindak dengan pikiran yang cerdik dan hati yang tulus.
(Fr. Fidelis Kumarurung)
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Mat. 11: 28).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan Yesus, semoga aku memiliki hati yang kudus seperti hati-Mu. Amin











