“Setia Kepada-Nya Untuk Selamanya”: Renungan, Rabu 17 Juni 2020

0
2226

Hari Biasa (H)

2Raj. 2:1,6-14; Mzm. 31:20,21,24; Mat. 6:1-6,16-18. 

“Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau”

Dalam kehidupan bersama, sebuah kesetiaan mesti menjadi salah satu tolak ukur. Kenapa demikian? Karena dengan sebuah kesetiaan maka kehidupan bersama akan berjalan dengan baik, tidak ada rasa cemburu dan iri hati di antara sesama.

Dalam bacaan pertama dikisahkan dengan baik tentang kesetiaan Elisa dalam mengikuti Elia. Elisa tetap setia walaupun harus berjalan mengikuti Elia kemana pun Elia pergi. Elisa dan Elia mengajarkan kepada kita tentang kesetiaan yang tak pernah mengenal lelah. Elia selalu setia kepada Tuhan sampai ia terangkat ke surga. Begitu juga dengan Elisa yang selalu setia kepada Elia sampai Elia terangkat ke surga.  Kesetiaan dari kedua tokoh ini, membuat kita belajar bahwa sebuah kesetiaan dapat mengantar kita untuk menjadi seorang yang tidak munafik.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali ada orang yang membantu orang lain agar pamornya naik. Orang berpikir bahwa dengan membantu orang lain, maka ia akan semakin terkenal dan diakui oleh banyak orang karena ia mampu untuk membantu orang yang membutuhkan. Mereka tidak pernah berpikir untuk memberi bantuan karena sebuah kesetiaan kepada Tuhan. Memberi bantuan sebagai sebuah kesetiaan kepada Tuhan, berarti memberi bantuan dengan hati yang tulus tanpa harus memamerkan pemberian kita kepada banyak orang.

Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kepada kita semua untuk memberi tanpa harus memamerkan apa yang kita berikan. Sebuah pemberian yang datang dari hati yang tulus tanpa direncanakan, akan membantu kita untuk menjadi orang yang tidak munafik. Seperti yang diceritakan dalam bacaan pertama tentang kesetiaan dari Elia dan Elisa. Kesetiaan mereka, membuat mereka tidak menjadi seorang yang munafik. Mereka dengan tulus hati memberi diri untuk melayani Tuhan tanpa harus menyombongkan diri kepada orang lain.

Kesetiaan Elia dan Elisa kembali ditegaskan oleh Yesus dalam bacaan Injil. Yesus mengingatkan kita untuk memberi dan berpuasa tanpa harus dilihat oleh orang lain. Tujuan Yesus jelas. Ia menginginkan agar kita sebagai orang Kristiani menjadi semakin rajin memberi. Yesus mau agar kita memberi dari hati yang tulus  bukan karena keterpaksaan agar dapat dilihat oleh banyak orang. Semoga kita semakin setia untuk memberi tanpa harus menyombongkan diri. Amin

(Fr. Adiputro Koraag)

“Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. 6:4).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku agar dapat selalu setia kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini