“Jangan Berdosa”: Renungan, Jumat 12 Juni 2020

0
1581

Hari biasa (H)

1 Raj. 19:9a, 11-16; Mzm. 27:7-8b-9abc, 13-14; Mat. 5:27-32.

Berzinah merupakan salah satu tindakan manusia yang tidak bermoral. Bukan hanya menyangkut tata krama yang merusak hubungan manusia dengan sesamanya. Lebih dari itu, berzinah merupakan perbuatan yang merusak hubungan manusia dengan Tuhannya. Bahkan sejak dalam Perjanjian Lama perbuatan tak terpuji ini dikatakan sebagai pelanggaran atas hukum Tuhan.

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengingatkan kita tentang dosa, khususnya kemurnian tubuh manusia. Penulis Injil Matius mencatat kata-kata Yesus bahwa dosa berzinah pertama-tama diterima melalui panca indra kemudian diteruskan ke dalam pikiran setiap orang. Secara tegas Yesus berkata, “Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.” Begitu juga dengan anggota tubuh yang lain. Hal ini hendak mengatakan bahwa tubuh manusia bisa saja menjadi sumber dosa-dosa jika salah dipergunakan.  

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan kehendak Tuhan yang menginginkan agar setiap orang memiliki tubuh yang sempurna demi keberlangsungan hidupnya. Namun kerap kali banyak orang tidak menggunakan anggota tubuhnya sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Nabi Elia seperti yang kita dengarkan dalam bacaan pertama menunjukkan kepada kita cara hidup yang baik. Cara hidup yang jauh dari dosa-dosa. Meskipun orang Israel telah meninggalkan perjanjian mereka dengan Allah, namun Elia masih terus-menerus bekerja penuh semangat bagi Tuhan, Allah semesta alam. Bekerja bersama Tuhan mengandaikan bahwa kesetiaan akan aturan yang diberikan oleh Tuhan tetap terjaga dan senantiasa dilaksanakan dalam kehidupan

Saudara, hari ini kita diajak untuk bermenung tentang cara hidup kita setiap hari. Seluruh anggota tubuh yang kita miliki merupakan sarana untuk melaksanakan pekerjaan yang dikehendaki Tuhan. Tidak perlu terpengaruh dengan hal-hal buruk yang kita lihat dengan mata, atau yang kita dengar dengan telinga. Tidak perlu juga memengaruhi orang lain dengan keindahan tubuh yang kita miliki. Mari kita gunakan tubuh ini sebagai sarana untuk melaksanakan kehendak Allah. Sarana untuk berbuat baik bagi banyak orang seperti ada tertulis “Hendaknya kalian bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan”.

(Fr. Ferdy Poida)

“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu” (Mat. 5:29a).

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah kami alat pilihan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini