Hari Biasa (H)
1Raj. 17:1-6; Mzm. 121:1-2,3-4,5-6,7-8; Mat. 5:1-12.
Dalam bacaan pertama, kita melihat bagaimana Allah memberikan pertolongan kepada Elia. Allah menuntun Elia ke sungai Kerit karena kerajaan Israel akan mengalami penderitaan sebab raja Israel pada saat itu telah melakukan hal yang jahat di mata Allah. Pertolongan Allah tidak sampai di situ saja, sebab Allah mengirim burung-burung gagak kepada Elia. Burung-burung gagak tersebut membawa roti dan daging supaya Elia bisa bertahan hidup. Di sini dengan jelas kita melihat bagaimana Allah memelihara hidup Elia. Tentu ini menjadi kabar bahagia bagi Elia sebab Allah memberikan pertolongan-Nya agar Elia terhindar dari penderitaan.
Dalam Bacaan Injil Yesus memberikan Sabda bahagia kepada banyak orang. Sabda bahagia itu Yesus sampaikan ketika murid-murid datang menghampiri-Nya di atas bukit. Dalam pengajaran-Nya di bukit, Yesus mengatakan bahwa Allah akan memberikan kebahagiaan kepada orang miskin, orang yang berdukacita, orang yang lemah-lembut, orang yang lapar dan haus akan kebenaran, orang yang murah hatinya, orang yang suci hatinya, orang yang membawa damai, orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, dan orang yang karena Dia dicela, dianiaya dan difitnah segala yang jahat. Bahkan Yesus mengatakan bahwa bersukacitalah dan berbahagialah karena upahmu besar di surga.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, terkadang kita tidak merasa bahagia dalam menjalani hidup ini. Apalagi ketika kita dalam keadaan atau situasi yang sulit. Kesulitan seringkali membawa orang pada perasaan putus asa. Orang yang sering merasa putus asa adalah orang yang mulai kehilangan harapan dalam hidupnya. Ini berarti kita tidak mengamalkan salah satu keutamaan kita sebagai orang Katolik yakni pengharapan akan penyertaan dan belas kasih Tuhan.
Tuhan akan senantiasa membantu serta menolong kita dalam setiap langkah kehidupan kita. Maka dari itu kebahagiaan dalam melakukan segala sesuatu perlu ditanamkan dalam diri kita sebagai pengikut Tuhan yang sungguh-sungguh setia kepada-Nya. Dan cara untuk mendapatkan kebahagiaan itu ialah dengan menyerahkan semua pergumulan hidup hanya kepada Yesus Kristus Sang Penghibur bagi orang yang kesusahan. Sebab dalam Mazmur dikatakan, ”Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu” (Mzm. 121:7).
(Fr. Brian Leonardus Salea)
“Pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi” (Mzm. 121:2)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan dan Allahku, semoga aku terus menanamkan kebahagiaan dalam diriku untuk melaksanakan segala perintah yang Engkau percayakan, serta dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Amin.











