“Bapa, Putera, dan Roh Kudus adalah Kasih”: Renungan, Minggu 7 Juni 2020

0
2810

HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS (P)

Kel. 34:4b-6,8-9; Dan. 3:52.53,54,55,56; 2Kor. 13:11-13; Yoh. 3:16-18

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Tiga pribadi tetapi tetap satu. Itulah yang kita imani sebagai misteri dari Tritunggal Mahakudus.          

Bacaan-bacaan Hari ini menggambarkan bahwa Allah adalah kasih. Kasih Allah dalam bacaan pertama, sangat terlihat ketika Allah mau mendengar doa permohonan dari Musa. Musa memohon ampun kepada Tuhan karena tindakan dari Bangsa Israel yang tidak lagi menunjukkan kesetiaan mereka. Mereka menciptakan anak lembu emas dan memujanya. Tetapi Allah tidak mau meninggalkan umat-Nya.  Allah bukanlah hakim semata-mata, melainkan pengasih dan penyayang. Atas dasar kasih Allah inilah Musa mendoakan umat Allah.

Kasih Allah sangat nyata juga lewat pengutusan Putera-Nya yang terkasih kepada umat manusia. Yesus Kristus diutus untuk menyelamatkan umat manusia. Oleh karena itu, Ketika kita menerima Kristus berarti kita selamat, tetapi  jika kita tidak menerima Dia, kita berada di bawah hukuman. Seseorang menerima Kristus berarti ia bersatu dengan Allah. Bersatu dengan Allah dalam ikatan  cinta kasih  Bapa sebagai sumbernya, rahmat diperoleh lewat Sang Putra yang menyelamatkan umat manusia, lewat misteri paskah, serta persatuan cintakasih Roh Kudus. Dengan persatuan tiga ikatan inilah, Rasul Paulus dalam bacaan kedua mengatakan bahwa Allah sebagai sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu.

Lewat pembaptisan kita dipersatukan dengan Allah Tritunggal, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Lewat persatuan kita dengan Allah tritunggal, kita diangkat menjadi putra dan putri-Nya. Dan lewat baptisan itu  pula kita mengakui iman kita kepada Allah, dalam diri Yesus Kristus dengan perantaraan Roh Kudus.

Oleh karena itu, dalam iman kepercayaan akan Allah Tritunggal, kita semua bisa mengarahkan hati dan hidup kita kepada Bapa untuk menerima kasih  Sang Putra dan selalu dijiwai oleh Roh Kudus. Semangat cinta kasih untuk membina kesatuan dan kerukunan dalam keluarga, Gereja dan masyarakat sekiranya dapat kita bangkitkan, kita tingkatkan dan kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, sama seperti persatuan yang mesra antara Bapa, Putra dan Roh Kudus. Sehingga kita semua selalu sehati dan sepikir serta selalu berada dalam damai sejahtera. Ketika itu semua ditingkatkan, maka Allah akan selalu menyertai kita semua.  

(Fr. Jito Sanggale)

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2Kor. 13:13)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semua dapat bersatu dengan Engkau dalam Putra dan Roh Kudus. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini