Hari Raya Pentakosta (M)
Kis.2:1-11;Mzm. 104: 1ab, 24ae.29bc-30, 31,34: I Kor, 12: 3b-7,12-13; Yoh. 20: 19 -23.
Hari ini Gereja merayakan hari raya Pentakosta yang disebut hari turunnya Roh Kudus seperti diceritakan dalam Kisah Para Rasul dalam bacaan misa hari ini. Pentakosta sendiri artinya adalah hari ke lima puluh. Sudah sejak Perjanjian Lama, hari Pentakosta dirayakan sebagai Hari Raya Tujuh Minggu seperti disebut dalam Kitab Ul. 16:10. Hari Raya Pentakosta umat kristiani mempunyai akarnya pada umat Perjanjian Lama.
Peristiwa yang dirayakan dalam Pentakosta kristiani adalah peristiwa yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 2: 1-11. Pada hari itu memang sedang dirayakan salah satu hari raya yang besar umat Yahudi seperti dikisahkan dalam Kitab Ulangan 16. Maka pada hari itu ada banyak sekali umat Yahudi dari mana – mana sedang berkumpul di Yerusalem. Mereka datang dari pelbagai penjuru dunia yang dikenal pada waktu itu, seperti: Partia, Media, Elam dan Mesopotamia. Bahkan disebutkan juga orang – orang Yahudi yang tinggal di Roma, di Kreta dan juga dari Arab (Kis.2:11).
Pada saat itu terjadilah hal istimewa di mana para murid Yesus berani tampil untuk mewartakan Injil. Mereka yang semula takut dan bersembunyi, kini mereka muncul di depan orang banyak dan berbicara. Pada saat itu orang banyak mendengar bunyi seperti tiupan angin keras; dan tampaklah lidah – lidah seperti nyala api, dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Lalu mereka mulai berbicara dalam bahasa – bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Mereka juga mendengarkan rasul – rasul berbicara dalam bahasa mereka sendiri.
Dalam Kis. 2:41 dikatakan, “Orang – orang menerima perkataannya (Petrus) itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira – kira tiga ribu jiwa.” Hari itu disebut juga sebagai hari kelahiran Gereja, karena secara mengagumkan terbentuklah jumlah murid Yesus yang cukup banyak dan siap diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.
Injil Yohanes menjelaskan bahwa Roh Kudus itu diberikan oleh Yesus yang bangkit kepada para rasul. Yesus memberikan damai sejahtera. Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus dan Yesus mengutus mereka untuk mengampuni dosa – dosa. Kata – kata yang diucapkan Yesus kepada mereka tetap berlaku bagi semua murid-Nya sepanjang zaman: ‘Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian sekarang Aku mengutus kamu.
(Rm. Albertus Sujoko)
“Orang – orang menerima perkataannya (Petrus) itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira – kira tiga ribu jiwa.” Kis. 2:41
Marilah berdoa:
Semoga Allah berkenan membuat lagi mukjizat Pentakosta seperti pada permulaan Gereja itu, sehingga kita semua diberikan semangat untuk menghayati iman dan mewartakan Injil dengan setia. Amin











