Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)
Kis 28:16-20, 30-31; Mzm 11:4, 5, 7; Yoh. 21:20-25
Seorang negarawan asal Amerika pernah menanggapi sebuah pernyataan ‘Orang yang berkepribadian paling baik abad ini’ dengan berkata bahwa “Mereka yang dengan setia melakukan pekerjaan setiap saat”. Pernyataan di atas secara tidak langsung mau mengatakan bahwa setiap orang dalam hidupnya telah diberi porsi tertentu dalam tugas dan pekerjaan. Untuk itulah kesetiaan dan ketaatan orang diuji, seberapa setia dan taat akan tugas yang diemban.
Injil hari ini dengan sangat jelas memperlihatkan contoh dari murid yang dikasihi oleh Yesus. Sebagaimana dalam Injil, dikisahkan bertanyalah Petrus kepada Yesus: “Tuhan apakah yang akan terjadi dengan orang ini?” Dan Yesus secara tegas berkata: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau ikutlah Aku.” Hal ini menunjukkan kuasa dari Yesus sebagai Guru yang memberi perhatian kepada Petrus untuk lebih melihat diri dari pada mementingkan urusan orang lain. Serta pula melihat sosok Yohanes sebagai murid yang diberi kepercayaan untuk menulis serta menjadi saksi dari kisah dan peristiwa hidup Yesus.
Dalam bacaan pertama, diceritakan pribadi Paulus sebagai representasi dari murid Yesus yang taat dan setia. Dengan tidak melanggar adat istiadat nenek moyang mereka. Paulus yang seluruh hidupnya digunakan untuk memberitakan kerajaan Allah serta mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu, tidaklah heran bahwa, baik Yohanes maupun Paulus menjadi tokoh simbolis bagi semua orang sebagai murid Tuhan yang sempurna.
Dari kedua kisah itu hendak mengajarkan bahwa dalam kehidupan kita hendaknya menjadi orang yang setia dan taat layaknya Yohanes dan Rasul Paulus yang mengorbankan dirinya demi kemuliaan nama Allah. Sebab dengan kesetiaan dan ketaatan itu kita menjadi bagian dari murid Yesus yang dikasihi, yang setia mengikuti dan tinggal di dekat-Nya. Menjadi murid Yesus yang baik ialah dengan selalu memuliakan nama-Nya dan memperkenalkan kasih-Nya kepada semua orang. Murid itu adalah kita! Maka hendaklah kita tetap tinggal untuk menjadi saksi dari ‘Peristiwa Hidup Yesus Kristus’, saksi yang memberitakan bahwa Ia adalah kasih, dan dalam kasih-Nya, Ia ingin agar kita selamat dan beroleh hidup yang kekal.
(Fr. Januarius Heatubun)
“Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya” (Mzm 11:7)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan Allah, syukur karena aku telah Engkau pilih menjadi murid yang akan menceritakan kemuliaan Nama-Mu. Semoga Engkau selalu membimbing dan menuntun aku. Amin.











