“Berani Mewartakan Kebenaran”: Renungan: Senin, 25 Mei 2020

0
3336

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7ab; Yoh. 16:29-33.

Seorang guru selalu menginginkan agar murid-muridnya menjadi orang yang sukses. Ia juga mengharapkan agar kesuksesan diraih para murid dengan kerja keras. Maka, para murid harus berusaha dengan kemampuannya sendiri untuk mencapai kesuksesan. Akan tetapi, seorang guru juga sering tidak menjelaskan  sesuatu tentang yang ia ketahui. Ia memberikan kesempatan kepada para murid untuk mencari tahu sendiri pengetahuan itu. Sehingga, pengetahuan yang diperoleh benar-benar tertanam dalam hati dan pikiran mereka.

Bacaan Injil hari  hari ini mengisahkan tentang Yesus mengajarkan para murid keselamatan tanpa menggunakan kata-kata kiasan. Para murid berkata “Lihat, Sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepadamu. Karena itu kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah”. Melalui perkataan ini, Yesus telah menunjukkan kepada para murid bahwa selama Ia mengajar dengan kiasan bertujuan supaya mereka dapat memahami misteri keselamatan Allah. Inilah tantangan para murid untuk memahami ajaran Yesus. Dengan tantangan itu, Yesus ingin supaya para murid berusaha menjadi pengikut yang tidak hanya menerima begitu saja pengetahuan dari Yesus. Tetapi juga para murid membentuk sikap inisiatif untuk mencari tahu misteri keselamatan Allah yang diajarkan oleh Yesus.

 Saudara terkasih, harapan Yesus untuk murid-murid-Nya berlaku juga bagi kita sebagai pengikut-Nya di zaman sekarang ini. Yesus mengajak kita untuk selalu berusaha keras untuk mengetahui tentang ajaran Yesus dan mewartakannya kepada banyak orang. Namun, jangan khawatir, sebab Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Yesus akan tetap menyertai kita bersama dengan Bapa di surga.  Yesus berkata; “kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”. Yesus ingin agar kita memiliki keyakinan yang kuat bahwa apa yang kita mengerti tentang pengajaran-Nya adalah benar. Sehingga, kita tetap memiliki kekuatan dan kepercayaan diri untuk menghadapi semuan penganiayaan yang akan dialami. Kita juga harus menunjukkan sikap inisiatif yang tinggi agar tidak menunggu dan berdiam diri saja. Melainkan, kita harus bergerak, mencari dan mewartakan kebenaran ajaran Yesus yang telah diperoleh selama ini.

Fr. Viki Panggola

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkan hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (Yoh 16:33)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami menjadi pengikut-Mu yang punya inisiatif dan pekerja keras. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini