“Pergi untuk kembali”: Renungan, Selasa 19 Mei 2020

0
3445

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P)

Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c8; Yoh. 16:5-11.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali setiap orang berhadapan dengan keadaan yang membuat hati sedih bahkan terluka. Ketika seseorang yang berarti dalam kehidupan pergi untuk selama-lamanya tentu akan membuat hati sedih dan terluka.

Itulah yang dialami oleh para murid Yesus. Ketika sudah waktu-Nya, Yesus harus naik ke surga. Para murid merasa kehilangan dan tidak bisa berbuat apa-apa selain taat pada perintah Yesus. Yesus tahu apa yang akan dirasakan oleh para murid, tetapi Ia telah berpesan bahwa kepergian-Nya ini akan mendatangkan Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang akan menghibur mereka.

Dalam bacaan pertama sangat jelas digambarkan contoh konkret penyertaan Roh Kudus bagi mereka yang taat dan patuh pada  kehendak Allah. Latar belakang ceritanya, Paulus dan Silas sedang dipenjara karena dituduh mengacaukan kota Filipi, padahal yang dibuat oleh mereka adalah mengusir roh jahat dalam nama Yesus Kristus. Di dalam penjara, Paulus dan Silas bukannya takut atau goyah imannya akan Yesus, melainkan terus memuji Tuhan dan berdoa kepada-Nya.

Dalam bacaan Injil Yesus berjanji akan menurunkan Roh Kudus sebagai Penghibur. Paulus dan Silas adalah orang-orang yang menanti-nantikan penghiburan dari Roh Kudus karena mereka dicela saat melanjutkan karya Yesus yakni mengusir roh jahat. Paulus dan Silas adalah orang-orang yang taat dan patuh pada kehendak Allah, juga tidak goyah imannya ketika berhadapan dengan masalah. Karena itu, Roh Kudus yang dijanjikan Yesus datang untuk membebaskan mereka yang dipenjarakan karena berbuat kebaikan.

Pengikut Kristus hendaknya menjadi orang-orang beriman yang kuat ketika mengalami masalah dalam kehidupan. Maksudnya orang yang bekerja menghidupi imannya tentu lewat berdoa dan bekerja sambil memohon rahmat. Karena dengan demikian orang beriman akan diberikan jalan menghadapi masalah dan tantangan.

Keyakinan ini harus ditanamkan dalam diri setiap orang beriman, bahwa Yesus telah berjanji untuk mendatangkan  Roh Penghibur yang membawa jalan keluar bagi setiap masalah dalam hidup.

            (Fr. Andris Yosua Sumigar)

“Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, jadikanlah aku pribadi yang taat dan patuh menantikan datangnya Roh  Kudus. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini