“Pemimpin yang Mengasihi”: Renungan, Senin 14 Mei 2018

0
2890

Pesta S. Matias, (M).

Kis. 1:15-17,20-26; Mzm. 113:1-2,3-4,56,7-8; Yoh. 15:9-17.

Di dalam suatu komunitas pasti ada seorang kepala atau pemimpin. Pemimpin inilah yang memimpin atau yang menjadi penggerak bagi anggota untuk melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu. Di lain pihak, pemimpin bisa menjadi penunjuk arah dan teladan bagi anggotanya. Sebagai orang yang berkuasa, apa yang diperintahkannya pasti akan dilakukan oleh anggotanya. Apabila ada anggota yang menentangnya, pasti orang tersebut mendapat sangsi atau hukuman.

Yesus menyapa kita dengan mengatakan; “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” Pernyataan ini merupakan suatu ajakan untuk kita agar tetap bersatu dengan Yesus dalam kesatuan Tritunggal Maha Kudus. Yesus mengajak kita untuk mengikuti perintah-Nya, yakni: Kasihilah seorang akan yang lain.

Ini merupakan perintah yang di dalamnya tersirat makna, bahwa Yesus sangat mencintai manusia dengan segala keberadaannya. Untuk itu, Ia juga meminta supaya kita saling mengasihi satu dengan yang lain, seperti kita mengasihi diri kita sendiri.  Perintah tersebut adalah hukum pertama dan terutama, yang padanya tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Itu berarti perintah Yesus ini sangat penting bagi kehidupan kita di dunia ini.

Dengan cara itulah hubungan atau relasi kita dengan orang lain akan menjadi harmonis. Bahkan Yesus akan menyebut kita sebagai sahabat-sahabat-Nya, dan tidak lagi menyebut kita sebagai hamba apabila kita mengikuti atau melaksanakan perintah-Nya. Karena tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Bila kita melaksanakannya, kita telah menghadirkan Yesus dalam diri orang lain. Persembahan yang utuh yang diberikan kepada orang lain yakni persembahan dengan dasar kasih. Kasih melampaui segalanya. Kasih tidak dapat dibeli, tetapi kasih selalu ada dan tidak pernah pudar, seperti kasih Allah kepada manusia.

Perintah Yesus itu sungguh nyata dihidupi oleh Santo Matias Rasul yang kita peringati hari ini. Santo Matias sungguh-sungguh terbuka dan mau memberikan diri demi Injil yang diwartakannya. Ia sungguh taat kepada Yesus dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Yesus. Ia pun rela mati demi Injil.

Maka benarlah ungkapan Yesus ini: “Bukan kalian yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kalian dan mengutus kalian pergi untuk berbuah banyak, yaitu buah yang takkan binasa.”

(Fr. Wilhelmus Baluk)

 “Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh. 15:17).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah agar aku tetap tinggal dalam kasih-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini