“Tuhan adalah Harapanku”: Renungan, Kamis 12 Maret 2020

0
3748

Hari Biasa Pekan II Pekan Prapaskah (U).

 Yer. 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31.

Mengapa di dunia modern ini sering terjadi sikap egois dan penindasan bagi mereka yang dianggap tidak mampu (miskin, dll)?Dalam kehidupan zaman ini, orang hanya hidup dengan egoismenya sendiri. Artinya, tidak ada lagi saling menghormati, mencintai, menolong, dll.

Injil Lukas hari ini menceritakan orang kaya dan Lazarus yang miskin.  Cerita mengenai Lazarus bukanlah sekedar cerita mengenai kemalangan orang miskin dan kemewahan orang kaya serta pengadilannya kemudian, tetapi lebih merupakan ungkapan dari jeritan dan pemberontakan sekian banyak manusia miskin terhadap nasib hina mereka di bumi ini. Betapa sering mereka dihina oleh sesamanya. Betapa sering orang miskin ditekan dan dianiaya oleh penguasa yang berhati jahat.

Tetapi bagaimana pun juga Yesus berdiri di pihak yang hina. Ketika Yesus berada di pihak orang miskin dan hina, Yesus kemudian dicap sebagai penjahat. Dia membahayakan orang-orang kaya nan rakus, berkuasa dan tidak adil. Dia dibunuh!! Tetapi dengan itu Yesus menjadi seorang tokoh revolusioner dan pemberontakan. Ia memberontak terhadap nasib yang dialami-Nya tetapi juga nasib berjuta-juta “orang miskin” yang hina dan diperlakukan tidak adil.

 Pemberontakan Yesus berhasil sepenuh-penuhnya. Pemberontakan ini memberi dasar untuk pengharapan bagi masa depan yang lebih cerah. Masa depan tanpa egoisme dan penindasan, semuanya akan digantikan dengan persaudaraan. Kita barangkali bukan orang kaya dan tidak hidup dalam kelimpahan. Tetapi Injil hari ini tetap berlaku untuk kita. Karena itu dalam keadaan apapun, kita hendaknya menaruh perhatian bagi sesama saudara, keluarga dan masyarakat yang berkekurangan.

Kitab Yeremia mengajak kita untuk selalu mengandalkan Tuhan di kehidupan kita setiap hari. “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan”. Kita belajar dari Lazarus yang kaya akan iman dan percaya kepada karya Tuhan, sehingga ia diperkenankan berada di Kerajaan Surga. Sebagai orang-orang yang beriman mari kita memperbaiki hidup kita. Dengan melakukan kebaikan kepada saudara-saudara kita yang miskin dan terlantar. Dengan berlaku adil dan penuh hormat terhadap mereka. Di masa prapaskah ini, inilah persiapan diri kita untuk menyambut kebangkitan Yesus Kristus.

(Fr. Fidelis Solilit)

Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan(Yer. 17:5).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga kami selalu berharap pada kuasa-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini