“Permintaan yang Tepat”: Renungan, Rabu 11 Maret 2020

0
2678

Hari Biasa Pekan II Prapaskah (U).

Yer. 18:18-20; Mzm. 31:5-6,14,15-16; Mat 20: 17-28.

Permintaan adalah hal yang sudah sangat sering kita temui dalam hidup kita manusia. Setiap orang saling mengajukan permintaan. Bahkan ada kalanya orang yang baru dan juga belum kita kenal mengajukan permintaan kepada kita atau meminta tolong kepada kita. Meskipun pada akhirnya tidak semua permintaan yang kita ajukan akan terkabul sesuai dengan yang kita kehendaki. Bahkan ketika kita memohon sesuatu kepada Allah, adakalanya yang kita terima kemudian tidak sesuai dengan yang kita minta, bahkan bertentangan dengan yang kita harapkan.

Dalam bacaan pertama, nabi Yeremia berdoa kepada Tuhan dan memohonkan supaya Allah turun tangan atas para musuhnya. Ia meminta pertolongan Allah atas derita yang diterimanya dari musuh-musuhnya. Dalam bacaan Injil, ditunjukkan juga bagaimana ibu dari anak-anak Zebedeus datang kepada Yesus dan menyembah Dia serta memohon supaya kedua anaknya diberi tempat disisi Yesus dalam kerajaan-Nya, yang seorang di sebelah kiri dan yang seorang di sebelah kanan.

Jawaban Yesus atas permohonan ibu itu sungguh mengejutkan. Ia mengatakan bahwa hal duduk di sisi-Nya dalam kerajaan-Nya itu bukan ditentukan-Nya melainkan ditentukan oleh Bapa-Nya. Permohonan ibu dari anak-anak Zebedeus ini memang begitu besar. Tetapi nampaknya bukan karena itulah Yesus memberikan jawaban yang demikian. Yesus tentu bisa saja memohonkan hal itu kepada Bapa-Nya. Tapi nampaknya Yesus mau mengajarkan bahwa kedudukan atau kekuasaan bukan hal yang perlu dikejar apalagi dalam hidup di kerajaan-Nya.

Bacaan hari ini kiranya mengajarkan kepada kita dua hal penting. Pertama, kedudukan bukanlah hal yang terpenting dan perlu dikejar-kejar. Dan kedua, bahwa dalam meminta sesuatu entah kepada sesama manusia maupun kepada Allah, kita harus sadar bahwa tidak semua yang akan kita minta itu baik di mata semua orang. Karena itu, mintalah apa saja namun terimalah juga apa saja yang nanti akan diberikan kepada kita, oleh siapa yang kepadanya kita meminta.

(Fr. William Jansen)

“Yesus menjawab mereka: “Cawanku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya”” (Mat. 20:23).

Marilah Berdoa:

Ya Bapa, bantulah kami untuk dapat menerima setiap tanggapan atas permintaan kami, meski itu tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini