“Kasihilah Sesamamu”: Renungan, Senin 9 Maret 2019

0
2415

Hari Biasa Pekan II Prapaskah (U)

Dan. 9:4b-10; Mzm. 79:8,9,11,13; Luk. 6:36-38.

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati”. Kutipan di atas merupakan suatu perintah kepada kita umat Kristen, bahwa kita harus saling mengasihi karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita melalui Yesus Kristus yang bersengsara dan wafat di kayu salib.

Ada suatu kisah dari Mother Teresa ketika sedang merawat pasiennya di India. Pada suatu kali Mother Teresa sedang merawat seseorang yang sedang sakit di India. Ketika orang itu tersadar, ia kemudian bertannya kepada Mother Teresa: “Mengapa engkau merawat saya? Padahal kami berencana untuk membunuh engkau!!”  Mother Teresa kemudian menjawab: “Karena Dia telah mengasihi saya maka Dia menyuruh saya untuk mengasihi kamu!”.

Dalam kisah Mother Teresa ini kita dapat melihat bahwa jawabannya sangat sederhana tapi merupakan jawaban paling baik. Jawaban ini singkat tapi mengandung makna yang luar biasa. Jawaban ini merupakan jawaban yang mengandung inti ajaran Katolik, yakni “Cinta Kasih”. “Karena Dia telah mengasihi saya maka Dia menyuruh saya untuk mengasihi kamu!”. Yesus telah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita pun harus mengasihi sesama kita.

Apa yang dilakukan dan diajarkan Mother Teresa dalam kisah di atas, sama dengan apa yang diajarkan oleh bacaan-bacaan hari ini. Bacaan pertama memperlihatkan kepada kita doa dari Daniel yang bersyukur atas kasih Allah kepada umat-Nya, walaupun mereka kadangkala sering tidak taat kepada Allah. Begitu juga dalam bacaan Injil hari ini, Lukas berkata bahwa hendaklah kita murah hati, sebab Allah adalah murah hati.

Orang-orang pada zaman sekarang hanya mengasihi sesama mereka jika sesamanya itu mengasihinya. Jika ia tidak dikasihi maka ia pun tidak mengasihi. Inilah kenyataan kehidupan manusia sekarang ini. Manusia sekarang ini lupa bahwa Tuhan selalu mengasihi mereka walaupun mereka sering jatuh kedalam dosa. Tuhan selalu mengasihi mereka walaupun mereka selalu melawan perintah Tuhan. Kasih Tuhan tidak terbatas, tidak terkira dan tidak termakan oleh ruang dan waktu. Kasih Tuhan itu abadi. Oleh karena itu, marilah kita saling mengasihi sebab Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita.

(Fr. Antonius Sadulia)

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati (Luk. 6:36)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, Yang Maha Pengasih dan Murah hati, sadarkanlah kami agar selalu mengasihi sesama kami, sebab Engkau telah terlebih dahulu mengasihi kami melalui peristiwa sengsara dan wafat Yesus Kristus Putra-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini