“Tanda Keselamatan”: Renungan, Rabu 4 Maret 2019

0
2000

Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U)

Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32

Dalam kehidupan harian, kita sering menjumpai tanda-tanda. Tanda adalah sesuatu yang bersifat fisik dan bisa diketahui oleh indra manusia. Salah satu contoh tanda yaitu tanda lalu lintas. Tanda-tanda lalu lintas dimaksudkan supaya semua pengguna jalan dapat menggunakannya dengan baik dan benar. Namun tak dapat sangkal bahwa tanda yang dimaksudkan untuk keselamatan bersama sering diabaikan dan bahkan dilanggar sendiri.

Bacaan pertama melukiskan bagaimana situasi pertobatan umat di kota Niniwe yang mengagumkan dan besar. Tuhan menyuruh Yunus pergi ke kota Niniwe untuk menyerukan bahwa empat puluh hari lagi kota itu akan ditunggangbalikkan. Maka pada waktu itu juga mereka yang berdiam di kota Niniwe melakukan puasa dan mengenakan kain kabung. Sikap mereka menunjukkan inisiatif untuk melakukan pertobatan dan mengikuti kehendak Tuhan.

Bacaan Injil hari ini pun melukiskan tentang tanda Yunus. Yesus berkata kepada orang banyak yang mengerumninya: “Angkatan ini adalah angkatan  jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain selain tanda nabi Yunus ”. Mereka tidak menyadari bahwa Yesus adalah tanda itu sendiri yakni tanda keselamatan. Sehingga mereka meminta tanda yang lain.

Lewat bacaan hari ini, Yesus mengajak kita untuk membuka pintu hati dan menyadari bahwa Ia adalah tanda keselamatan bagi semua orang. Kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah dan dipanggil untuk dikuduskan sebagai anggota atau anak-anak Allah yang sejati. Selain itu, Yesus mengajak kita untuk semakin membuka hati untuk selalu percaya kepada tanda keselamatan. Hal ini dapat terlaksana dengan adanya pertobatan.

Pertobatan membuat kita semakin dekat dengan Allah. Relasi dan komunikasi yang baik dan benar dengan Allah akan membawa kita kepada keselamatan. Maka kiranya masa prapaskah ini bisa menjadi kesempatan emas untuk berinisiatif membuka pintu hati untuk menerima tanda keselamatan yang ada dalam diri Yesus sebagai sumber keselamatan bagi semua orang. Salah satu jalan terbaik yang perlu kita lakukan adalah bertobat. Karena dengan bertobat, kita akan memperoleh pengampunan dan keselamatan dari Allah.

(Fr.Mario Rumsory)

“Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak aka diberikan tanda selain tanda nabi Yunus”
(Luk. 11:29).

Marilah berdoa:

Ya Allah, Engkau telah memberikan kepada kami Yesus Putera-Mu sebagai tanda keselamatan. Teguhkanlah iman kami untuk menerima secara total Yesus sebagai tanda keselamatan bagi semua orang. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini