“Duta Kasih”: Renungan, Sabtu 12 Mei 2018

0
2533

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P).

Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3,8-9,10; Yoh. 16:23b-28.                                                                                        

Ada yang tidak punya nama? Semua pasti punya nama. Nama bisa saja menunjukkan karakter seseorang. Bacaan Injil hari ini mengajak kita merenungkan arti sebuah nama. Secara tidak sadar, kita juga dihantar pada satu perasaan dan mengimani bahwa nama Yesus bukan hanya sekedar nama, melainkan kekuatan seorang pribadi yang dekat dengan Allah. Kita berani menyebut nama-Nya karena Yesus merupakan jaminan bahwa doa-doa yang kita alamatkan kepada Bapa akan dikabulkan.

Yesus mengajarkan kepada para murid tentang doa. Mengenai doa itu, hari ini diperjelas dengan kenyataan bahwa doa akan jauh lebih baik pengaruhnya apabila dialamatkan kepada Bapa melalui nama Yesus. Hal ini sudah dilakukan Gereja yang dirumuskan “dengan perantaraan Kristus Tuhan kami”.

Sehubungan dengan iman Gereja, maka hari ini kita diingatkan betapa kuat dan berkuasanya nama Yesus. Hal ini juga yang diyakini oleh Apolos dalam bacaan pertama. Melalui pengenalan dan keyakinan yang kuat, Apolos dapat membuktikan bahwa Yesus benar-benar Mesias dan Pengantara manusia kepada Allah.

Hal kedua yang mau dikatakan dalam bacaan Injil hari ini adalah kasih Bapa. Kasih Allah kepada manusia begitu nyata dalam kehidupan kita. Yang menjadi masalah adalah apakah kita setiap saat peka dan sadar akan kasih Allah? Allah mengasihi kita bukan berarti Dia akan selalu memberikan pengalaman yang menggembirakan hati melainkan juga akan memberikan pengalaman yang menantang kita untuk berani bersaksi bahwa Yesus adalah Putera Allah.

Apabila kita berhadapan dengan orang yang dikasihi dan yang mengasihi kita, apa yang kita minta? Mungkin kita akan meminta supaya perjumpaan ini jangan berakhir, bukan? Sebab dikasihi itu sendiri adalah sebuah anugerah. Itulah yang dialami oleh para murid sehingga mereka belum meminta apa-apa dari Yesus. Ketika ada jarak dan ruang, para murid meminta agar kasih-Nya tetap tinggal dan Yesus mengabulkannya dengan mengaruniakan Roh Kudus.

Kita diundang untuk meminta kuasa kasih itu, yang tidak lain adalah Roh Kudus sendiri. Kuasa kasih itu diberikan kepada orang-orang yang dikasihi dan mengasihi Allah. Kuasa kasih ini tidak bisa dibeli dan ditukar dengan uang, atau barang apapun. Kuasa kasih itu diberikan dengan cuma-cuma. Hanya bisa dimohon dengan rendah hati dan penuh cinta.

(Fr. Agus Udenge)

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu atas nama-Ku” (Yoh.16:23).

Marilah berdoa:

Tuhan, berikanlah aku Roh Kudus agar aku dapat menjadi duta Kasih-Mu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini