“Pengikut yang Setia” : Renungan, Jumat 21 Februari 2020

0
2904

Hari Biasa (H)

Yak. 2:14-24,26; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 8:34 – 9:1

Kebanyakan manusia modern lebih suka untuk memilih hal-hal yang mudah dan tidak merepotkan. Memilih jalan yang mudah itu lebih enak dan lebih praktis ketimbang memilih jalan yang susah.  Jika ada cara yang mudah kenapa harus memilih cara yang susah?Seperti itulah slogan yang menjadi pedoman manusia zaman modern. Memilih jalan yang mudah itu tidak salah. Akan tetapi, sangat tidak dianjurkan jika kita mau menjadi pengikut Yesus yang sejati. Mengikuti Yesus berarti menjadi murid Yesus. Dan, menjadi murid Yesus tidaklah mudah.

Bacaan Injil hari ini menegaskan syarat-syarat mengikuti Yesus. Yesus mengatakan: “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”. Lewat perkataan ini, menjadi jelas apa yang mau Yesus pesankan kepada mereka yang mau mengikuti Dia. Dalam menjelaskan pesan-Nya, Yesus berkata: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya”. Yesus mau menjelaskan bahwa hal-hal duniawi itu sama sekali tidak ada artinya. Maksudnya, ketika kita meninggalkan dunia ini, kita tidak akan membawa satupun dari harta kekayaan yang didapatkan dari dunia ini.

Saudara terkasih, Yesus mau supaya kita perhatikan ialah sikap dan perbuatan dalam menjalani kehidupan kita. Bacaan pertama menjelaskan bahwa: “Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”. Jadi, tidak cukup menjadi murid Yesus yang beriman.  Kita perlu juga untuk menyesuaikan sikap dan tindakan dari iman kita. Contohnya: kita harus senantiasa berkelakuan dan bersikap baik kepada sesama. Itulah yang dimaksudkan oleh Yesus dalam syarat menjadi murid-Nya. Dengan bersikap baik, kita dapat menyangkal diri kita yang lama.  Diri kita yang masih dikuasai hal-hal duniawi. Yesus mengajarkan kita supaya mampu untuk memikul salib kita yang masih kecil bila dibandingkan dengan salib Yesus. Akhirnya, kita dapat mengikuti Yesus. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang yang berbahagia dan dapat melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa.

(Fr. Dean Rengkung)

Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku(Mrk. 8:34)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, semoga aku dapat Kau mampukan untuk dapat mengikuti Engkau dan menjadi murid-Mu yang setia.  Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini