Pw S. Skolastika, Prw (P).
1Raj. 8:1-7,9-13; Mzm. 132:6-7,8-10; Mrk. 6:53-56
Bacaan-bacaan hari ini menghantar kita agar menjadi orang yang beriman, berharap, dan penuh dengan kasih. Berbicara tentang iman, harap, dan kasih tidak lain berbicara tentang kesabaran. Jika kita beriman maka kita sabar kepada Tuhan. Ketika kita berbicara tentang harap berarti kita sabar akan diri sendiri. Dan jika kita berbicara mengenai kasih berarti kita sabar kepada orang lain. Untuk mengerti iman, harap dan kasih kita mesti mengerti arti kesabaran.
Hal ini jelas ditampilkan oleh orang-orang yang ingin memperoleh kesembuhan dalam Injil hari ini. Melalui iman akan Kristus, mereka sabar sampai Yesus memberi kesembuhan kepada mereka yang sakit. Hal ini menunjukkan, bahwa walaupun terkadang belum ada jawaban dari Tuhan terhadap problem hidup, sebenarnya Ia sedang melihat iman kita, apakah kita sabar kepada-Nya atau tidak.
Orang-orang dalam Injil hari ini juga menunjukkan kesabaran itu melalui pengharapan mereka. Mereka sabar terhadap diri mereka sendiri. Mereka tidak menyerah walaupun beban yang mereka bawa adalah beban yang berat, yakni orang yang sedang sakit. Hal ini juga menunjukkan kasih mereka yang luar biasa dalam bentuk kesabaran kepada sesama yang kesusahan. Jika mereka tidak sabar, maka sudah pasti mereka akan meninggalkan orang sakit tersebut.
Sehingga, kesabaran kepada Tuhan adalah bentuk nyata dari iman kita akan Tuhan. Sabar pada diri sendiri adalah bentuk nyata dari pengharapan. Dan sabar kepada orang lain adalah bentuk nyata dari kasih. Kesabaran yang ditunjukkan melalui iman, harap, dan kasih inilah yang membuat kita bisa mendapat kesembuhan. Sejalan dengan ini, dalam bacaan pertama ditampilkan mengenai Salomo dan orang orang yang percaya kepada Tuhan. Mereka dengan penuh kesabaran rela mengusung kemah tempat kediaman Tuhan, sampai Tuhan menunjukkan kemuliaan-Nya.
Santa Skolastika juga menampilkan iman, harap dan kasih sampai ia menemukan peristiwa rohani yang sesungguhnya. Maka, marilah kita menjadi orang yang sabar akan Tuhan. Sabar akan diri kita sendiri. Dan sabar akan orang lain. Sehingga iman kita dapat ditambahkan, harapan menjadi besar, dan kita pun mampu memberi kasih kepada sesama.
(Fr. Mathias Fase)
“Dan Semua Orang yang menjamah-Nya Menjadi Sembuh” (Mrk. 6:56b).
Marilah berdoa:
Ya Allah, tambahkan selalu imanku akan Dikau dan harapan dalam diriku sehingga aku mampu mengasihi-Mu dan sesama. Amin.











