“Garam dan Terang Dunia”: Renungan, Minggu 9 Februari 2020

0
5164

Hari Minggu Biasa V (H). R KemSyah.

Yes. 587-10 ; Mzm. 112:4-5,6-7,8a,9; 1Kor. 2:1-5; Mat. 5:13-16

Hari ini Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia yang berarti kita diajak-Nya untuk berbuat sesuatu yang baik di tempat kita hidup; baik itu di lingkungan, bertetangga, tempat kerja dan di mana saja kita berada.

Bacaan pertama, kitab Nabi Yesaya, memberikan kepada kita cara menjadi garam dan terang dunia, yaitu dengan peduli akan orang lapar, miskin dan yang membutuhkan pertolongan. Ditegaskan bahwa dengan berbuat demikian, terang orang tersebut merekah di dalam dirinya dan garam dalam dirinya memberikan penyedap kepada orang lain. Fungsi garam yang utama adalah sebagai bumbu. Selain itu, juga sering digunakan untuk mengawetkan makanan.

Hari ini, Yesus menunjukkan “garam rohani”, yakni sebagai gambaran jati diri orang-orang kristiani. Hakikat orang Kristen adalah garam. Di mana pun berada, orang-orang Kristen harus menjadi “rasa utama” dalam masyarakat. Kehadiran orang Kristen harus bisa dirasakan, sehingga ketidakhadirannya merupakan suatu kehilangan bagi masyarakat sekitar.

Hal kedua yang dikatakan Yesus adalah terang dunia. Orang Kristen adalah terang dunia! Dia adalah pribadi pencerah, yakni orang-orang yang membawa pencerahan bagi dunia. Jika siang menjadi pencerah bagai matahari; dan jika malam menjadi pencerah bagaikan bulan. Orang-orang Kristen harus mampu menjadi pencerah; dan berani tampil, bukan mengurung diri di kamar dengan idealisasinya sendiri (bdk. ay. 15).

Tampilnya orang Kristen di tengah masyarakat, bukan sekadar demi “penampilan”, melainkan agar masyarakat sekitar melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah. Orang Kristen harus menjadi pendorong utama bagi setiap orang untuk menjadi abdi Allah.

Hal yang sama pun ditegaskan oleh Nabi Yesaya dengan menyerukan “Terangmu akan merekah laksana fajar”. Terutama lewat tindakan yang mau memberikan hal yang penting dan berharga bagi sesama. Di sinilah kita bisa merenungkan salah satu bentuk tindakan menjadi terang itu.

Jelaslah bahwa membantu orang lain dalam kesusahan adalah salah satu bentuk menjadi garam dan terang. Dengan cara demikian maka kita pun sesungguhnya  telah menjadi saksi Kristus yang tersalib sebagaimana ditegaskan oleh rasul Paulus. Salib Kristus bagi Paulus adalah kesempurnaan dari garam dan terang dunia. Maka perlulah kita menyandarkan segala usaha kita di bidang ini dalam keyakinan dan kekuatan Roh, agar garam dan terang itu semakin aktual dalam pengorbanan Kristus.

Ada banyak cara bisa kita tempuh untuk menjadi garam dan terang dunia. Tergantung situasi kita dan keadaan sosial yang kita hadapi, termasuk juga kreativitas. Namun, yang jelas Yesus mengajak kita semua agar berbuat sesuatu untuk perwujudan garam dan terang. Kitab Nabi Yesaya memberikan semangat kepada kita sebagai garam dan terang dengan berkata, “Kebenaran akan menuntunmu dan kemuliaan Tuhan menjiwaimu.”

(Pst. A. Bayu Nuyartanto, Pr)

“Kamu adalah garam dunia. … Kamu adalah terang dunia” (Mat. 5:13.14).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, semoga kami berani menjadi garam dan terang dunia dalam keyakinan dan kekuatan Roh-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini