“Kunci Menuju Surga”: Renungan, Selasa 4 Februari 2020

0
3460

Hari Biasa (H)

2 Sam.  18:9-10,14b,24-25a,30-19:3; Mzm.86:1-2,34,5-6; Mrk. 5:21-43.

 Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita ingin untuk terus menerima yang terbaik. Namun kita selalu lupa bahwa yang terbaik itu tidak akan datang tanpa sebuah usaha keras. Ibaratkan sebuah permainan dadu yang mengajarkan kita untuk terus berusaha dan bersabar mesti gagal berungkali. Namun jika terus mencoba maka angka enam atau keberuntungan bisa kita dapatkan. Begitu pula sebaliknya jika kita memilih untuk berhenti di lemparan pertama karena gagal, maka sebuah keberuntungan akan hilang dari kita.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus hadir lewat penginjil Markus. Dalam kisah tentang Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Untuk mengingatkan kepada kita bahwa hidup itu tidak boleh berhenti pada lemparan pertama tetapi harus seperti Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan. Yairus dan perempuan itu terus berusaha walaupun kemungkinan untuk selamat sangat kecil. Lewat Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan, Yesus juga mau mengingatkan kepada kita bahwa hidup itu mesti dilandaskan pasa tiga hal.

Hal pertama yaitu percaya. Pertanyaan yang muncul ialah kenapa kita mesti percaya? Sebagai seorang manusia, rasa percaya itu mesti melekat dalam diri kita, apalagi kita adalah seorang pengikut Kristus yang diajarkan untuk selalu percaya akan iman kita. Yesus menginginkan kita untuk selalu percaya kepada-Nya. Karena dengan percaya kepada-Nya, kita dapat masuk ke dalam hal kedua.

Berharap menjadi hal yang kedua, karena setelah kita mampu untuk percaya kepada Yesus maka kita dapat terus berharap kepada-Nya. Walaupun harapan itu belum terwujud karena mungkin saja terhambat oleh harapan orang lain. Seperti harapan Yairus yang harus terhambat oleh rasa percaya perempuan yang sakit pendarahan. Namun karena rasa percaya yang besar kepada Yesus maka harapan Yairus tak terhenti di situ. Setelah memiliki rasa percaya yang besar dan harapan yang kuat maka kita dapat dihantarkan kepada hal yang ketiga.

Ketiga, yaitu kehadiran Yesus. Walaupun sempat tehenti di tengah jalan, tetapi berkat rasa percaya dan harapan yang besar, maka Yesus hadir untuk menyembuhkan anak Yairus. Begitu pula dengan kita.

Jika kita memiliki kepercayaan dan harapan yang kuat, maka Yesus akan hadir untuk menjamah dan menyembuhkan kita.

(Fr. Adiputro Koraag)

“Jangan takut percaya saja” (Mrk. 5:36).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah aku agar selalu percaya kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini