“Iman yang penuh”: Renungan, Jumat 31 Januari 2020

0
2907

Pw S. Yohanes Bosko, Imam (P) 

2Sam. 11:1-4a,5-10a,13-17; Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11; Mrk. 4:26-34

Saudara-saudari yang terkasih, dalam bacaan Injil diceritakan mengenai biji sesawi yang kecil yang akhirnya menjadi pohon yang besar. Jika dilihat dari perjalanan awal umat Kristen, banyak orang yang belum percaya akan Tuhan, namun lama-kelamaan menjadi banyak seperti sekarang ini. Banyak orang yang sudah percaya akan Tuhan atau menjadi pengikut Tuhan. Berbicara mengenai pengikut, pasti ada yang namanya pengikut yang sungguh-sungguh setia. Namun tidak menutup kemungkinan pengikut yang setia tersebut dapat jatuh dalam dosa.

Dalam bacaan pertama terlihat jelas bahwa Daud yang merupakan pengikut Tuhan yang setia dan bahkan sangat dikasihi Tuhan akhirnya jatuh juga dalam dosa. Sebenarnya ini mau mengatakan apa? Ini mengatakan bahwa menjadi pengikut Tuhan tidaklah mudah. Perlu  iman yang teguh, komitmen yang kuat dan kepasrahan diri seutuhnya kepada Tuhan.

Kita bisa menjadi pengikut yang setia jika kita memiliki iman yang penuh kepada Tuhan. Pertanyaannya, bagaimana cara kita mencapai iman yang penuh kepada Tuhan? Caranya yaitu kita sungguh-sunguh memasrahkan diri kita seutuhnya kepada rencanana dan kehendak Tuhan.

Pada akhirnya iman yang penuh kepada Tuhan itu bukan hanya terletak pada pikiran dan turun ke hati. Tatapi iman yang sunguh-sungguh penuh kepada Tuhan yaitu kita bisa mempraktekkannya dalam tindakan kita sehari-hari. Karena iman tanpa perbuatan itu mati.

Saudara-saudari tekasih, hari ini Gereja Katolik Universal memperingati St. Yohanes Bosco. Kita meyakini bersama bahwa St. Yohanes Bosco merupakan orang yang beriman kepada Tuhan. Iman dari St. Yohanes Bosco  ini tercermin dalam semangat melayani. Semangat St. Yohanes Bosco tak henti-hentinya ia tunjukan dalam kehidupannya dan untuk kehidupan banyak orang. Semoga kita pun bisa meneladani semangat St. Yohanis Bosco. Dan iman kita pun sungguh-sungguh dapat bertumbuh seperti dalam bacaan Injil hari ini. Biji sesawi  yang kecil akhirnya dapat bertumbuh menjadi pohon yang besar.

(Fr. Brian Leonardus Salea)

“Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannnya.” (Mrk. 4:32).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Allahku, semoga aku menjadi pengikut-Mu yang benar-benar setia dengan melaksanakan segala perintah yang Engkau nyatakan dalam Sabda-Mu itu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini