“Datang dan Jadilah Pelita”: Renungan, Kamis 30 Januari 2020

0
4151

Hari Biasa (H)

2 Sam. 7:18-19, 24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25.

Pelita yang berkualitas adalah pelita yang dapat menerangi kondisi sekitar. Ini  tergantung dari orang yang membawa pelita. Jika intensitas lampu atau pelita itu kecil karena ditaruh di bahwa meja atau tempat tidur, besar kemungkinan penerangan di sekitar pelita menjadi tidak jelas. Berbeda dengan pelita yang ditaruh di atas benda-benda di sekitarnya. Pancaran sinarnya semakin kentara. Gelap berkurang, tetapi naungan sinar itu memang terlihat dengan pasti.

Kaitan pelita ini terungkap dalam bacaan Injil yang telah kita renungkan pada hari ini. Yesus mengajar dengan memakai sebuah perumpaan mengenai pelita. Bahwasannya orang yang datang membawa pelita sudah barang tentu ditempatkan di atas dari benda-benda di sekitar pelita bukan di bawah tempat tidur. Ini jelas dalam artian, segala kegelapan berkurang dan diminimalisir. Dengan adanya penerangan, kegiatan atau perbuatan yang kita lakukan pasti dapat terealisir. Sehingga menurut Yesus, dengan adanya penerangan, kegelapan akan jelas-jelas hilang.

Kita pun diajak oleh Yesus untuk mengikuti dan melakukan kembali apa yang menjadi misi Yesus yang telah Ia utarakan dalam bacaan Injil hari ini. Menjadi terang bagi sesama adalah kualitas tertinggi atau nilai yang amat disegani oleh Yesus. Setelah menerima sakramen Baptis, Ekaristi, dan Rekonsiliasi, kita diajak untuk menerangi mereka yang membutuhkan penerangan iman.

Jika kita berhasil, kita juga menghendaki diri kita untuk menerima kembali berkat dari Allah. Dan lebih dari pada itu kita juga tetap dengan teguh berada terus dalam naungan cahaya yang menguatkan yakni Yesus Kristus. Seperti dalam Bacaan Pertama, lewat Doa-Nya Daud memohon berkat kepada Allah Bapa untuk memberkati keturunannya sehingga mereka berada dalam naungan cahaya iman akan Allah sendiri.

Semoga kita juga diharapkan untuk berada dalam pancaran cahaya. Tuhan menghendaki kita untuk berbuat seperti itu. Apa yang ada pada diri kita harus kita berikan kepada orang lain. Malahan, kita diminta untuk memberi dengan cuma-Cuma.

(Fr.Dirros Pugon)

“Sebab Tidak Ada Sesuatu Yang Tersembunyi Yang Tidak akan Dinyatakan, dan Tidak Ada Sesuatu yang Rahasia yang Tidak akan Tersingkap”
(Mrk. 4:22).

Marilah Berdoa:

Tuhan, baharuilah Aku dengan rahmat-Mu yang Mahakudus, untuk menjadi pribadi yang mampu menerangi kegelapan hati orang lain. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini