“ Berbenah Diri “ Renungan, Kamis 2 Januari 2020

0
3035

Pw S.Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze, UskPujG (P)

1 Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-24

Menjadi terkenal dan memiliki jabatan tinggi dalam kehidupan sekarang merupakan cita-cita dari setiap orang. Terkadang manusia mencoba berbagai cara untuk memperoleh kedudukan tertinggi dalam setiap tingkatan kehidupan. Kedudukan tertinggi identik dengan ketenaran. Orang yang memiliki kedudukan tertinggi pasti akan dikenal oleh banyak orang. siapa yang tidak mau terkenal, ketenaran dapat menjamin kehidupan pada masa sekarang ini, apalagi terkenal karena hal-hal yang positif.

Bacaan Injil hari ini menampilkan suatu keadaan yang dapat mendongkrak ketenaran dari Yohanes. Pada bacaan Injil hari ini, Yohanes  dihadapkan pada suatu permasalahan yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Yohanes ditanyai sebanyak tiga kali oleh beberapa imam dan orang Lewi mengenai siapa dirinya. Apa jawaban Yohanes ? Dengan rendah hati dan penuh kejujuran Ia menjawab, “Aku Bukan Mesias“. Sebenarnya, bisa saja Yohanes mengakui dia adalah Mesias, dan dengan begitu Ia akan dipuja dan dihormati oleh mereka. hal ini tentu dapat mendongkrak ketenaran dari Yohanes. Namun karena kesadaran dirinya bahwa Ia bukan siapa-siapa, Yohanes menjawab, “Akulah suara yang berseru-seru di padang gurun, luruskanlah jalan Tuhan !” Seperti yang yang telah di katakan nabi Yesaya. Hal ini mau mengatakan apa ? Sudah jelas bahwa kerendahan hatilah yang mendorong Yohanes untuk mengatakan hal seperti itu. Ia sadar bahwa ia tidak pantas untuk menyandang gelar Mesias.

Bacaan pertama juga mengatakan bahwa tinggal bersama Yesus Kristus maka akan menjamin keselamatan kita. Kerendahan hati adalah kunci untuk dapat tinggal bersama Dia. Menjadi pribadi yang sabar, tidak haus ketenaran merupakan ciri-ciri dari pengikut Kristus yang sejati. Maka dari itu marilah kita berbenah diri, melihat ke dalam diri apakah kita sudah  bisa seperti Yohanes yang dengan kerendahan hati dan sabar, sadar akan dirinya yang tak pantas membuka tali kasut Yesus sekalipun. Rendahkanlah diri kita di hadapan sesama, maka kita akan ditinggikan di dalam Tuhan.

(Fr. Randy Tirukan)

“ Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak “ ( Yoh. 1:27b ).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah saya dalam berbenah diri menjadi pribadi yang rendah hati dan penuh cinta. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini