“Damai Sejahtera”: Renungan, Rabu 1 Januari 2020

0
3070

Hari Raya Santa Maria Bunda Allah (P)

Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Pada hari ini Gereja Universal merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Gereja mengimani bahwa peran Maria sungguh besar dalam karya penyelamatan yang direncanakan  oleh Allah bagi dunia ini. Kesediaan Maria untuk mengandung dan melahirkan Penyelamat dunia tak bisa dilepaskan dari bingkai karya Allah. Untuk itu Maria digelari Bunda Allah, karena mengandung dan melahirkan Yesus, Allah yang menjelma menjadi manusia. Allah itulah yang datang ke dunia dan membawa serta memberikan damai kepada dunia ini.

Damai sejahtera bagimu. Ia datang untuk menghibur orang yang sedih dan menyelamatkan orang yang tertindas. Ia mengasihani dan memberkati kita serta menyinari kita dengan wajah-Nya. Oleh karena itu, kita hendaknya memasuki tahun ini dengan penuh kegembiraan.

 Kegembiraan akan lenyap, jika manusia tidak mempunyai damai. Berkat dan sukacita akan musnah, jika permusuhan, kekerasan dan peperangan selalu hadir di dunia ini. Oleh karena itu, damai sejahtera hendaknya menjadi harapan kita. Harapan itu akan hadir, jika orang memberikan salam satu sama lain dengan semangat persaudaraan. Pada tahun yang baru ini, harapan itu hendaknya diterima dan dihadirkan kepada masing-masing manusia.

Bacaan hari ini mewartakan bahwa damai dalam kehidupan manusia tidak akan lestari, jika hanya dimaknai sebagai buah dari kehendak manusia. Manusia adalah makhluk yang diciptakan, dan karena itu ia terlalu kecil untuk menjadi pemberi damai sejahtera bagi hidupnya. Damai adalah pemberian Allah, lewat kehadiran Putera-Nya di dunia ini. Gembala-gembala yang berjumpa dengan Putera-Nya mengalami damai di dalam diri mereka. Damai demikian yang hendaknya diperjuangkan dalam kehidupan ini.

Hari ini adalah awal dari tahun yang baru. Kita sebagai orang beriman sepatutnya menyerukan perdamaian satu dengan yang lain. Salam yang kita berikan kepada saudara kita hendaknya disertai dengan semangat persaudaraan. Doa kita bagi mereka yang kecil, tertindas, dan kurang mampu hendaknya tak dilupakan. Pun begitu, doa-doa bagi mereka yang masih berada dalam kegelapan dosa haruslah dipertahankan. Doa yang kita sampaikan kepada Bunda Maria tidak akan dilupakan oleh Allah. Apalagi doa-doa yang langsung dimohonkan kepada-Nya. Semoga damai senantiasa hadir di dunia.

(Fr. Christiano Mandagi)

Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya” (Mzm. 67:2).

Marilah Berdoa:

Bapa dikuduskanlah nama-Mu di seluruh dunia dan penuhilah dunia ini dengan damai-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini