“Awal dan Puncak Keselamatan”: Renungan, Jumat 27 Desember 2019

0
2562

Pesta S. Yohanes, RasPenInj (P)

Hari Ketiga dalam Oktaf Natal

1Yoh. 1:1-4; Mzm 97:1-2,5-6,11-12; Yoh. 20:2-8.

Bacaan Injil pada hari ini berbicara perihal kebangkitan Yesus Kristus. Padahal, kita masih berada pada Masa Natal yang berbicara soal kelahiran-Nya. Kelahiran Sang Juruselamat merupakan awal dari karya keselamatan terbesar yang diberikan oleh Allah bagi umat manusia. Sebelum kelahiran-Nya, Allah telah menawarkan keselamatan banyak kali melalui orang-orang pilihanNya seperti para Nabi.

Namun rupanya itu belumlah cukup untuk mengembalikan relasi yang rusak akibat dosa. Oleh karena itu, Allah mengutus Anak-Nya ke dunia untuk menebus segala dosa umat manusia. Lewat kelahiran, hidup, wafat, dan kebangkitan Yesus, kita diharapakan dapat memahami betapa besar kasih Allah. Kebangkitan-Nya adalah puncak keselamatan yang datang dari Allah.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Yohanes Rasul, yang dalam bacaan Injil disebut sebagai ‘murid yang lain yang dikasihi Yesus’. Dalam Injil dikatakan bahwa ia bersama Petrus pergi ke makam Yesus setelah mendengar kesaksian Maria Magdalena yang mengatakan bahwa makam Yesus kosong. Saat Yohanes masuk ke dalam makam, “ia melihatnya dan percaya”. Itulah kutipan penting dalam Injil hari ini.

Beberapa dari para murid yang masih belum mengerti akan pengajaran Yesus sebelum wafatNya, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit” (Markus 9:31). Karena itu, Petrus dan Yohanes pergi ke makam Yesus untuk memastikan apakah benar bahwa makam itu memang benar-benar kosong. Setelah melihat makam itu sudah kosong, maka Yohanes mengerti dan percaya akan pengajaran Yesus itu.

Melalui pengalaman para murid khususnya Yohanes dalam Injil tersebut, Allah sangat menginginkan umat manusia sungguh percaya akan rahmat keselamatan yang dikerjakan-Nya melalui kelahiran, hidup, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Meskipun kita yang sekarang tidak benar-benar melihat peristiwa kebangkitan-Nya, tetapi kita diharapkan mempercayainya melalui pewartaan dan kesaksian para murid seperti yang dituturkan dalam bacaan pertama.

(Fr. Ansfirdus Samandi)

“Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami” (1Yoh. 1:2).

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang bertakhta di surga, kami mohon bukalah akal, budi dan hati kami agar sungguh memahami karya keselamatan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini