“Senjata Terampuh”: Renungan, Jumat 11 Oktober 2019

0
2700

Hari Biasa (H)

Yl. 1:13-15; 2:1-2; Mzm. 9:2-3, 6, 16, 8-9; Luk. 11:15-26

Setiap orang dalam hidupnya memiliki komitmen yang berbeda-beda. Komitmen untuk tidak selingkuh saat menjalani hubungan percintaan, komitmen untuk tekun belajar selama menjalani masa pendidikan, dan bentuk-bentuk komitmen lainnya. Berbagai hal ini dilakukan agar seseorang dapat memperoleh sukacita dan damai sejahtera dalam hidupnya.

Hal ini pun ditegaskan dalam bacaan Injil. Penegasan dalam bacaan Injil berkaitan dengan penjelasan Yesus kepada orang-orang yang mencobai Dia. Yesus berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika iblis terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan?” Oleh karena itu, tidak mungkin Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Sebab dengan kuasa yang lebih besarlah, Yesus dapat mengusir Beelzebul. Tentu kuasa yang lebih besar itu ialah kuasa yang berasal dari Allah. Sehingga, Yesus pun mengatakan kepada orang-orang yang mencobai Dia, “Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan”.

Memang setiap orang memiliki komitmen untuk menata hidupnya. Kita boleh mengatakan bahwa komitmen hidup yang kuatlah yang mampu membuat hidup seseorang menjadi bahagia.  Namun komitmen tak selalu kuat, sebab jika ada kekuatan yang lebih besar maka komitmen itu dapat dihancurkannya. Untuk itu, Yesus menghendaki agar kita berkomitmen untuk tetap bersama-Nya. Sebab si jahat selalu ada untuk mencobai kita. Kalaupun si jahat gagal, belum tentu ia sudah kalah. Karena si jahat bisa saja akan datang kembali dengan cobaan yang lebih besar.

Maka tetaplah bersama Yesus, sebab kekuatan dan kuasa-Nya lebih besar dari kuasa apapun. Itulah kuasa Allah, senjata terampuh yang harus kita miliki. Ketika kita bersama dan bersatu dengan-Nya, kuasa si jahat takkan menguasai hidup kita. Sebab kekuatan yang kita miliki berasal dari-Nya. Kitab Mazmur pun menegaskan dengan baik bahwa Allah melindungi orang-orang-Nya. Ia pun memberikan rahmat sukacita kepada mereka yang berpegang kepada-Nya, dengan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (Mzm. 9:2-3).

Peganglah senjata terampuh yang mampu menyelamatkan dan memberi sukacita dalam hidupmu. Dan tinggalah di dalam Dia yang empunya senjata terampuh itu. Dialah Tuhan Allahmu, yang menjamin hidupmu. Bersukacita dan bergembiralah karena Dia, bermazmurlah bagi nama-Nya yang Mahatinggi (Mzm. 9:3)

(Fr. Phedy Huklubuk)

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan” (Luk. 11:23)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan dan Allahku, tinggallah bersamaku, dan jadilah senjata dalam hidupku untuk melawan semua kuasa kejahatan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini