“Memaknai Kehadiran Allah”: Renungan, Jumat 27 September 2019

0
2672

Pw S. Vinsensius a Paulo, Im (P)

BcE Hag. 2:1b-10; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:18-22; atau dr RUybs

Allah senantiasa hadir dalam kehidupan manusia agar manusia dapat mencontohi apa yang dibuat oleh Allah. Kehadiran Allah itu dapat kita lihat dalam bacaan-bacaan hari ini.

Pertama, Allah hadir sebagai Dia Yang Mahakuasa. Dalam bacaan pertama dari Kitab Hagai dikisahkan mengenai situasi bangsa Israel setelah kembali dari pembuangan Babel. Setelah kembali dari pembuangan, mereka berupaya untuk membangun kembali kehidupan dari awal. Dalam upaya untuk membangun kembali kehidupan mereka itu, Allah hadir sebagai Yang Mahakuasa yang akan mendampingi dan memberkati usaha mereka. Allah menghendaki agar umatnya tetap kuat dan tidak kuatir. Meskipun umat Israel sering kali meninggalkan Allah, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan mereka.

Kedua, Allah hadir melalui Yesus Kristus. Dalam bacaan Injil dikisahkan mengenai pengakuan Petrus akan kemesiasan Yesus. Setelah sekian lama para murid mengikuti Yesus, Yesus ingin mengetahui sejauh mana pengenalan mereka atas diri-Nya. Pertama Yesus bertanya kepada mereka tentang pendapat orang banyak atas diri-Nya. Ada jawaban yang berbeda-beda tentang diriNya. Setelah mendegar jawaban mereka, Yesus kembali bertanya tentang pendapat mereka atas dirinya.

Mendengar pertanyaan Yesus itu, Petrus memberi jawaban dengan mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah. Hal yang paling penting di sini yakni Allah yang dahulu hadir melalui perantaraan para nabi, sekarang hadir dalam rupa manusia. Ia merendahkan diri dan menjadi sama seperti manusia dan rela untuk menderita demi keselamatan manusia. Ia datang dan ikut terlibat dalam kehidupan manusia. Ia memihak kepada mereka yang kecil, lemah, dan berdosa. Ia mau agar manusia yang berdosa itu dapat bertobat dan kembali kepada Bapa.

St. Vinsensius yang kita peringati hari ini telah memaknai kehadiran Allah itu. Karena kesadarannya akan kehadiran Allah, maka ia memilih untuk memperhatikan kaum miskin yang terpinggirkan sama seperti yang dibuat oleh Yesus. Kita pun sebagai umat Allah sudah selayaknya menyadari kehadiran Allah dalam kehidupan kita. Agar kita dapat bertindak sama seperti Kristus yang rela menderita dan menyelamatkan manusia, dan sama seperti Vinsensius yang mau membagikan kehadiran Allah bagi sesama yang menderita.

Fr. Boby Weridity

“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-mam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk. 9:22)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk dapat membagikan cinta kasih-Mu bagi saudara-saudara yang menderita. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini