Hari biasa (H)
1Tim. 4:12-16; Mzm. 111:7-8,9,10; Luk. 7:36-50
Dalam kehidupan sehari-hari, kualitas tampil seseorang ditentukan oleh sikap dan tingkah lakunya. Orang yang menampilkan kehidupannya dengan berbuat jahat, pasti mendapat cap buruk sebagai pendosa. Sebaliknya, orang yang tampil sesuai nilai agama dan moral pasti mendapat cap baik. Kenyataan ini sering kita jumpai dalam lingkungan kehidupan kita. Sebagai orang beriman, bagaimana kita melepaskan diri dari cap pendosa demi keselamatan?
Bacaan Injil hari ini menampilkan seorang perempuan yang mendapat cap sebagai pendosa. Satu kota tahu bahwa perempuan itu adalah orang berdosa. Ketika ia mendengar kabar bahwa Yesus ada di kota itu dan makan di rumah seorang Farisi, ia pergi menjumpai Yesus. Perempuan itu mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Sungguh, perbuatan seorang pendosa yang melampaui ekspektasi yang melekat dalam dirinya. Ia dengan rendah hati merendahkan dirinya di hadapan Putra Allah dengan perbuatan kasih.
Berbeda dengan Simon orang Farisi yang mengira bahwa Yesus tidak tahu kalau wanita itu adalah orang berdosa. Simon memang menyambut Yesus di rumahnya, namun ia tidak menyambut Yesus secara sempurna. Ia tidak melihat bahwa yang bertamu di rumahnya adalah Putra Allah yang penuh belas kasih.
Dalam keberdosaan, perempuan ini mampu melihat Allah yang penuh belas kasih dalam diri Yesus. Tindakannya lahir dari iman yang mendalam akan Yesus sebagai Allah yang berbelas kasih. Iman wanita pendosa yang nyata lewat perbuatannya yang merendahkan diri di hadapan Putra Allah mendapat rahmat pengampunan. Pada saat itu juga, Yesus tampil sebagai Allah yang penuh belas kasih dengan bersabda, “Dosamu telah diampuni”.
Kita adalah manusia lemah yang tidak luput dari dosa. Kembali ke dalam diri kita masing-masing. Kita sadari segala dosa yang telah kita perbuat dan berdamai dengan Allah. Gereja Katolik telah menyediakan Sakramen Tobat sebagai manifestasi kasih Allah yang mengampuni dosa kita secara sempurna. Sebagai orang beriman, hendaknya kita belajar dari wanita pendosa yang bertobat dengan sikap merendahkan diri di hadapan Putra Allah. Pertobatan yang sungguh-sungguh akan mengantar kita pada keselamatan.
(Fr. Damianus Daga)
“ Lalu Ia berkata kepada perempuan itu : “Dosamu telah diampuni”
(Luk. 7:48)
Marilah Berdoa:
Tuhan Yesus, ampunilah dosa-dosa kami. Amin











