“Manusia Sejati”: Renungan, Sabtu 24 Agustus 2019

0
1845

Pesta St. Bartolomeus Rasul

Why. 21:9b-14 ; Mzm 145: 10-11,12-13, 17-18 ; Yoh. 1: 45-51

“Lihat, inilah dia orang israel sejati”. Ungkapan ini adalah ungkapan yang keluar dari mulut Yesus ketika Ia bertemu dengan Nathanael atau Bartolomeus. Bartolomeus berarti anak dari “Tolmai”. Ia adalah salah satu dari rasul yang dipilih oleh Yesus. Ia berkawan dengan Filipus, yang memperkenalkan dirinya pada Yesus. Filipus yang telah bertemu dengan Yesus menceritakan kepada Bartolomeus tentang Yesus yang berasal dari Nazaret.  Ekspresi awal dari Bartolomeus adalah ragu-ragu. Hal ini terjadi karena Nazaret tempat asal Yesus, diyakini bukan sebagai tempat asal dari Mesias. Memang dalam ramalan dan pengetahuan orang Yahudi, Mesias berasal dari kota kelahiran Daud. Namun yang tidak mereka ketahui adalah Yesus sang Mesias lahir di kota Daud dan bertumbuh besar di Nazaret.

Dari cerita tentang Bartolomeus atau Nathanael ini kita dapat menemukan beberapa poin penting yang dapat kita jadikan sebagai pedoman kita untuk lebih dekat pada Tuhan. Kita diajak untuk bersikap sama seperti Bartolomeus, yang punya pemikiran kritis dan dapat mempertanggungjawabkan imannya. Dengan adanya pikiran yang bersih, tentunya iman kita tidak dapat goyah. Kita juga diajarkan untuk berani bertindak sesuai dengan aturan yang benar.

Kita juga diajak untuk mampu menerima kebenaran dari orang lain. Sama seperti Bartolomeus yang pada awalnya ragu akan perjumpaan dengan Yesus kemudian berani untuk menjadi murid Yesus, kita juga diajak untuk mengikuti Yesus. Kita sejak kecil selalu diingatkan untuk tetap menjadi murid Yesus. Mengikuti Yesus dapat kita laksanakan dengan berbagai cara.  Kita diajak untuk menjadi orang Israel yang sejati. Menjadi orang Israel bukan berarti pindah negara dan budaya. Yang dimaksudkan adalah menjadi pengikut Kristus dalam kesatuan dengan Bapa di Surga. Menjadi orang israel sejati berarti menjadi orang yang tulus dan jujur.

Dengan merenungkan sabda Tuhan, kita mendapatkan kesejukan iman. Sabda Tuhan juga bisa mengubah hidup kita ketika merenungkan dan melakukannya di dalam hidup kita. Dengan merenungkan sabda Allah dan melakukannya, kita juga merenungkan janji Kristus kepada kita, yakni keselamatan kekal. Ke arah inilah seorang manusia sejati mesti memusatkan pandangan, keyakinan dan usahanya.

(Fr. Rikcardo D. Woi)

“Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (Yoh 1:47).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku menjadi manusia sejati yang sadar akan keadaan diriku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini