“Kristus Sebagai Yang Sulung”: Renungan, Minggu 18 Agustus 2019

0
2522

Hari Raya SP Maria Diangkat Ke Surga (P)

 Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56.

Pengumuman dogma Bunda Maria diangkat ke surga dengan mulia atau disebut juga Maria Assumpta, dibuat pada tanggal 1 November 1950, yaitu pada hari raya semua orang kudus. Paus Pius XII menulis dalam dokumen Vatikan yang disebut Munificentissimus Deus demikian, “Allah yang Mahabaik dan Mahakuasa, yang penyelenggaraan ilahi-Nya penuh kebijaksanaan dan kasih, di dalam misteri kehendak-Nya telah tergerak hati-Nya untuk menolong orang-orang yang menderita sengsara dan mengalami kesedihan dengan bantuan rahmat-Nya yang memberikan sukacita dalam peziarahan manusia dari waktu ke waktu, melalui cara-cara yang beraneka ragam, sehingga segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (lih. Rm. 8:28).

Santo Paulus menjelaskan keselamatan yang dialami oleh manusia yang percaya kepada Kristus adalah sama seperti yang telah ditunjukkan oleh Kristus sendiri dengan kebangkitan dari mati. Mula-mula Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya. Dan di antara mereka yang menjadi milik Kritus, tentu sangat wajar dan masuk akal bahwa ia adalah Ibu-Nya sendiri.

Bunda Maria mengalami buah karya keselamatan hasil penebusan Kristus Puteranya dengan menikmati kehidupan yang dibebaskan dari kematian. Bunda Maria telah mengandung Kristus dalam rahimnya dalam naungan Roh Kudus dan telah melahirkan-Nya ke dunia ini. Bunda Maria telah terpilih menjadi Bunda Penebus dan karena itu Maria telah dikandung tanpa noda dosa dan selanjutnya hidup suci murni di hadapan Allah.

Namun Bunda Maria tidak terlepas dari pencobaan-pencobaan dan bahkan mengalami tujuh dukacita dan sebagai Bunda Dukacita yang mengikuti jalan salib Yesus dan memangku jenasah Puteranya. Maka sudah sepantasnya seluruh umat beriman anggota Gereja Katolik yang kudus mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Bunda Maria diangkat ke surga dengan badan dan jiwanya.

Dogma Maria Assumpta berbunyi: “Pada tahun suci Penebusan Yubileum Agung 1950 ini, kami menyatakan bahwa Bunda Allah yang dikandung tanpa noda, dan tetap perawan itu, setelah menyelesaikan hidupnya di dunia ini, diangkat ke surga tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan sorgawi.” Marilah kita bersukacita pada hari raya Bunda Maria diangkat ke surga dengan mulia ini sambil meneguhkan iman dan pengharapan kita bahwa kita pun akan mengalami hasil karya penebusan Kristus, yaitu keselamatan kekal dan kebahagiaan surgawi.

 (Pst. Albertus Sujoko, MSC)

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk.1:42)

Marilah berdoa:

Ya Allah, kami memuliakan kebijaksanaan-Mu yang berkenan menunjukkan jalan yang pasti bagi keselamatan kami melalui iman kepada Kristus Putera-Mu seperti telah dialami oleh Bunda Maria. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini