“Jalan Keselamatan”: Renungan, Senin 23 April 2018

0
3661

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:1-10.

Kita tidak pernah tahu dari mana kita datang dan ke mana kita akan pergi. Kita tidak pernah tahu dan sadar tentang keberadaan kita, saat-saat sebelum dilahirakan dan saat-saat sesudah dilahirkan. Kita juga belum pernah tahu kemana kita akan pergi setelah beralih dari dunia ini. Hanya iman yang dapat memberi jawaban atas tujuan keberadaan hidup manusia.

Hari ini, Yesus memberikan sebuah gambaran tentang tujuan keberadaan kita di dunia ini. Gambaran itu sekaligus sebagai jawaban atas pertanyaan tentang tujuan keberadaan hidup manusia. Ke mana kita akan pergi? Hanya satu jalan yang dapat kita lewati yakni Yesus. “Akulah Pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput” (Yoh.10:9). Jika kita bertanya dari mana kita datang? Yesus memberikan sebuah pengungkapan mengenai asal kita.

Kita telah dilahirkan dan masuk dalam persekutaan anak-anak Allah, lewat rahmat pembaptisan. Oleh karena itu, keberadaan kita di dunia bukanlah hal kebetulan, melainkan kita telah dipanggil sesuai dengan nama masing-masing dan kelak dituntun untuk keluar dan berjalan bersama Sang Gembala kita. Kitalah domba-domba yang ada di kandang dan Yesus-lah gembala yang datang.

Dalam kehidupan, kita selalu mencari sesuatu demi diri kita. Kita selalu berjumpa dengan beribu-ribu peristiwa di luar diri kita. Kita selalu berharap akan adanya sesuatu yang boleh bermanfaat atau bermakna bagi kita. Semua harapan dalam diri kita hanyalah demi kehidupan kita. Dengan demikian makna pokok kehidupan kita adalah mencari selamat. Untuk mencapai “selamat” hanya ada satu jalan yakni melalui Yesus Kristus. Sebab Dialah Jalan, Kebenaran dan Keselamatan itu sendiri.

Pintu keselamatan akan terbuka bagi kita bila melewati Jalan Kebenaran. Pernahkah kita bertanya tentang keberadaan hidup kita? Atau, tentang tujuan keberadaan kita? Kita telah hadir di dunia dan berjuang untuk tinggal di dunia. Tetapi kelak kita akan tinggalkan dunia dan pergi ke suatu tempat. Ke mana kita akan pergi? Kita tidak akan pernah tahu kemana kelak kita akan pergi, bila kita tak pernah mengenal Kristus. Dan kita akan tahu kelak ke mana kita akan pergi bila kita sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti Krisus. Yesus telah memanggil kita masing-masing, maka ikutilah jalan yang ditunjukkan-Nya.

(Fr. Vanjosh Ohoiledjaan)

“Siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba” (Yoh. 10:2).

Marilah berdoa:

Tuntunlah aku senantiasa di jalan-Mu, ya Tuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini