“Panggilan Kesempurnaan”: Renungan, Selasa 18 Juni 2019

0
2379

Hari biasa (H)

2Kor. 8: 1-9; Mzm. 146:2, 5-6,7,8-9a; Mat. 5: 43-48

Kebencian, permusuhan, dan kejahatan menjadi problem yang selalu ada dalam kehidupan manusia. Kebencian, permusuhan, dan kejahatan di mana-mana selalu membawa keburukan dan kerugian. Hal-hal tersebut merusak tata hidup harmonis, rukun, dan damai baik bagi diri sendiri, relasi dengan orang lain, alam, dan Tuhan. Dalam tata keselamatan hal-hal tersebut merupakan perbuatan melawan kehendak dan perintah Tuhan. Demikianlah kebencian, permusuhan, dan kejahatan menghasilkan dosa.

Bacaan Injil hari ini mau membawa pesan agung Yesus bagi kita semua para murid-Nya. Pesan itu adalah pesan kasih. Kita sebagai orang Kristen harus menjadi pembawa kasih di manapun kita berada dan kepada siapapun yang kita jumpai, tak terkecuali kepada musuh-musuh kita.

Memang betapa susah mengasihi orang yang memusuhi, membenci, dan berbuat jahat kepada kita. Akan tetapi apakah kita harus membalas kebencian dengan kebencian? Kejahatan dengan kejahatan? Permusuhan dengan permusuhan? Jika demikian apakah artinya hidup yang seperti itu? Ada ungkapan lama yang mengatakan mata ganti mata. Akan tetapi jika demikian bukankah dunia akan menjadi semakin buta?

Yesus berpesan kepada kita semua orang Kristen untuk menjadi matahari yang membawa kehangatan kasih kepada semua orang, menjadi hujan yang membasahi dunia yang kering dan gersang akibat kebencian, permusuhan, dan kejahatan.

Kebencian, permusuhan, dan kejahatan mungkin akan selalu ada, akan tetapi demikianpun dengan kasih. Hanya kasihlah yang bisa mengalahkan kebencian, permusuhan, dan kejahatan. Hanya kasihlah yang memungkinkan dunia ini layak untuk dihidupi.

Panggilan untuk berbuat kasih adalah panggilan menuju kesempurnaan. Sebagaimana Allah sendiri adalah kasih (Deus Caritas Est) maka kita semua dipanggil untuk hari demi hari semakian serupa dengan Allah.

Kebencian, permusuhan, dan kejahatan adalah sifat iblis, sedangkan sifat Allah adalah kasih. Kita semua dipanggil untuk semakin serupa dengan Allah lewat perbuatan kasih yang kita lakukan. Salah satu bentuk sederhana perbuatan kasih adalah mendoakan mereka yang membenci, memusuhi, dan berbuat jahat kepada kita.

  (Fr. Reynaldo Tirayoh)

 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di Surga adalah sempurna” (Mat. 5:47).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, mampukanlah aku untuk menjadi pembawa kasih bagi semua orang. Semoga lewat perbuatan kasih yang aku lakukan semakin banyak orang boleh melihat kasih-Mu yang menyelamatkan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini