“Kualitas Hati”: Renungan, Jumat 14 Juni 2019

0
2209

Hari Biasa (H)

2Kor 4: 7- 15; Mzm. 116: 10- 11,15-16,17-18; Mat. 5: 27-32

Manusia pada hakikatnya memiliki akal budi, hati nurani dan kehendak bebas. Hal ini memungkinkan manusia selalu berpikir dan bertindak sesuai dengan akal budi dan kehendak bebas. Akan tetapi, kehendak bebas yang dilakukan dengan hawa nafsu dan dorongan yang tak baik adalah tindakan manusia yang tak punya hati dan tak berperikemanusiaan.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus dan hukum Taurat. Dalam teks awal Yesus berkata bahwa diri-Nya datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi untuk menggenapi hukum taurat itu sendiri. Satu hal yang disoroti Yesus yakni jangan berzinah.

Berzinah adalah berkontak intim atau melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tidak sah. Lantas, dikisahkan lanjut oleh penginjil Matius bahwa orang yang memandang lawan jenisnya dan menginginkannya, ia telah berzinah dengan dia di dalam hati. Selain itu, mata yang dapat menyesatkan pula mesti dicungkil, karena lebih baik satu dari anggota tubuh binasa dari pada tubuh dengan utuh masuk ke dalam neraka (Mat. 5:29).

Corak injili di atas mengajak kita untuk berefleksi bahwa, Kristus hadir di dalam dunia untuk menggenapi segalanya. Karena itu Yesus menekankan “jangan berzinah”, agar manusia selamat secara rohani dan jasmani. Kita mesti menjaga keutuhan hidup rohani, dari pada keutuhan hidup jasmani. Kita mesti rela kehilangan segalanya, asalkan kita dapat menang melawan godaan.

Yesus berkata, “Jika mata sebelah menyesatkan engkau, cungkilah”. Selaras dengan itu, keselamatan dan keutuhan hidup tercermin dalam bacaan pertama. Harta rohani yang tersimpan dalam bejana memberikan gambaran bahwa Allah sungguh-sungguh mencintai manusia.

Jika perzinahan dimulai dari hati yang mengingini seorang wanita atau lelaki, maka saya yakin kita pasti masuk dalam kategori orang yang berzinah. Ingat bahwa Tuhan melihat hati semua orang, begitu pula kita. Kualitas hati sendiri tak pernah salah. Marilah hidup dengan mengutamakan keselamatan rohani dengan menggunakan hati yang berbelas kasih seturut dengan hukum Tuhan.

(Fr. Rafael Kelitadan)

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah” (Mat. 5:27).

Marilah berdoa:

Ya Allah, bantulah kami untuk setia kepada perintah-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini