Hari Raya Pentekosta (M)
Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,29bc-30,31,34; atau Rm. 8:8-17; Yoh. 14:15-16,23b-26.
Setelah Yesus naik ke surga nasib para murid ada di bawah tuntunan Roh Kudus. Roh Kudus mengajarkan dan mengingatkan mereka akan semua yang telah diajarkan dan dibuat oleh Kristus. Ia memampukan para murid mengenal, mengasihi dan bersaksi tentang Kristus dengan melaksanakan perintahNya, mewartakan berita pertobatan dan pengampunan dosa yang merubah para pendosa menjadi anak-anak Allah. Kuasa Roh kudus menjadi api yang mengobarkan semangat para murid untuk berani berbicara tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah untuk keselamatan manusia.
Setiap orang yang dipimpin oleh Roh Kudus akan menjadi anak Allah dan dikasihi Bapa. Bapa dan Putera akan datang kepadanya. Roh Kudus membuat mereka berani menyapa Allah sebagai Bapa dengan berseru Abba, ya Bapa. Dengan demikian seorang murid tidak saja menjadi pekerja, hamba, atau orang upahan di ladang Bapa. Ia menjadi anak dan sahabat serta ahliwaris janji-janji Allah. Seperti Kristus, para murid menerima janji-janji Allah yakni dipermuliakan bersama dengan Dia.
Namun iblis tidak akan membiarkan para murid untuk setia pada janji Allah. Iblis berusaha mengacaukan kebenaran dengan dusta. Ia mengajak manusia bersilat kata untuk membenarkan yang salah dan menjadikan kebenaran sebagai kebodohan. Iblis berusaha mematikan api Roh Kudus dan mengobarkan keinginan daging dalam diri manusia. Ia mengibuli dan menjerat murid-murid Tuhan dengan mengobral janji kenikmatan dan sukses yang instan dengan memperkosa kebenaran dan keadilan. Dengan tawaran sukses tanpa salib iblis menggiring dan menjerat serta menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan kematian.
Roh kudus menuntun manusia kepada kebenaran yang membebaskan, iblis mengelabui manusia dengan kepuasan hawa nafsu yang memperbudak. Manusia harus berani memilih menjadi pelaku kebenaran agar tidak menjadi penyebar dusta. Ia harus berjuang dan hidup sebagai saksi dan pewarta kebenaran, dan melawan para penyebar hoax dan promotor janji iblis. Hidup dalam Roh adalah perjuangan terus menerus sebagai saksi kebenaran, melawan sekutu setan yang terus mengibuli serta menyesatkan banyak orang dengan kebohongan fitnah dan dusta: hoax.
Jangan lupa, setan bapa para pendusta menyebar hoax yang merusak dan menjerumuskan manusia ke dalam permusuhan dan dosa mematikan. Ingatlah, Roh Kudus menuntun kepada kebenaran yang membebaskan dan membawa hidup bersama Allah dan sesama.
(Pst. Julius Salettia Pr)
“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu” (Yoh. 14:26).
Marilah berdoa:
Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu. Amin











