“Gizi bagi Dunia Sekarang”: Renungan, Jumat 24 Mei 2019

0
1408

Hari Biasa Pekan V Paskah

Kis. 15:22-31; Mzm. 57:8-9,10-12; Yoh. 15:12-17.

Belakangan ini, banyak media memberitakan tentang kerusakan lingkungan. Bahkan sudah memakan banyak korban. Fakta ini menunjukkan adanya ketidak-harmonisan hubungan antara lingkungan (alam) dan manusia. Hal apakah itu? Itulah yang diserukan oleh bacaan-bacaan pada hari ini.

Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan. Inilah kata-kata pemazmur, yang dikumandangkan pada hari ini. Kasih setia Tuhan adalah besar, bahkan kasih-Nya itu sampai ke langit.

Penginjil menceritakan dengan sangat jelas mengenai perintah Yesus supaya saling mengasihi. Yesus mengatakan, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”. Perintah Yesus bukan sekedar perintah saja, tetapi ini adalah sebuah pesan, amanat, wasiat supaya dilakukan oleh para pengikut-Nya. Yesus sendiri bukan sekedar memberikan perintah saja, tetapi Ia sendiri pun melakukan perintah itu.

Paulus dan Silas pun dalam Kisah Para Rasul telah melakukan dan menjalankan perintah Yesus. Dengan menjalankan perintah Yesus, Paulus dan Silas bisa melalui tantangan, cobaan, dan penderitaan yang mereka alami ketika dipenjara. Mereka dihukum dan disiksa demi iman akan Kristus. Kasih adalah kekuatan yang membuat Paulus dan Silas sanggup melalui cobaan-cobaan itu. Malahan kasih menjadi lentera untuk menerangi hidup mereka. Lentera itulah yang membimbing mereka, supaya bisa berjalan di jalan yang benar. Pada akhirnya mereka bisa sampai pada tempat yang telah dijanjikan.

Permasalahan lingkungan yang terjadi pada akhir-akhir ini bukan karena banyaknya bencana alam, tetapi karena adanya kerusakan hubungan antara manusia dan alam. Manusia berpikir bahwa dunia ini adalah miliknya sehingga dapat dipergunakan semaunya saja dan tidak memikirkan kelangsungan dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa ada hal yang hilang antara hubungan manusia dan alam. Hal itulah yang telah diserukan oleh penginjil.

Kita sebagai orang Kristen, orang yang melakukan perbuatan benar, orang yang meneladani dan menjalankan perintah Yesus, hendaknya bersikap dan memperjuangkan perbuatan kasih. Bukan sekedar perbuatan saja, tetapi perbuatan yang bisa mendorong orang banyak supaya melakukan perbuatan kasih pula. Kasih untuk lingkungan kita, kasih untuk masa depan dunia dan generasi mendatang.

(Fr. Christiano Mandagi)

 “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh. 15:17).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah dan sadarkanlah kami supaya mengasihi dunia ciptaan-Mu, agar masa depan dunia tetap terjaga. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini