Pesta St. Filipus dan Yakobus Rasul.
1 Kor. 15:1-8; Mzm.19:2-3,4-5; Yoh. 14:6-14
Setiap orang mempunyai isi hati yang berbeda-beda. Orang yang sifatnya baik, isi hatinya tidak sama dengan isi hati orang baik lainnya. Hal ini juga berlaku bagi orang yang sifatnya tidak baik. Kalimat-kalimat ini mau memberitahukan kepada kita bahwa kita tidak dapat menebak isi hati dari setiap orang yang kita jumpai di sekitar kita. Akan tetapi, apakah isi hati seseorang dapat memberitahukan kepada kita siapa orang itu? Dan bagaimana kehidupan yang ia jalani?
Bacaan-bacaan hari ini mau menghantarkan kita untuk lebih mengenal pribadi Yesus. Cinta yang telah Ia berikan bagi semua juga merupakan Kasih Bapa kepada Anak-Nya. Kasih yang Bapa ciptakan, tergambar jelas dalam Pribadi Yesus. Bahkan bila apa yang kita lakukan sesuai dengan ajaran-Nya, maka kita turut serta melakukan kehendak Allah. “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Allah lakukan…” Ini menunjukkan besarnya kasih Allah bagi orang yang percaya kepada Putera-Nya. Setiap perbuatan baik dari hati yang terdalam merupakan gambaran Kasih Allah yang juga ada dalam diri kita. Jalan kebenaran selalu ada pada Kristus. Setiap kelemahan akan dikuatkan jika kita meminta kekuatan daripada-Nya.
Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Filipus dan Yakobus Rasul. Kedua murid ini selalu memberikan yang terbaik untuk mewartakan sumber cinta kasih dalam diri Yesus. Hati mereka selalu terbawa dengan suasana ketulusan dan semangat dalam perutusan. Itu semua berasal dari kasih Kristus kepada Yesus demi umat pilihan-Nya. Ia mengutus Yesus sebagai Guru yang Berbelas Kasih dan juga membuka pintu rahmat kasih itu melalui perutusan para Rasul ke seluruh dunia.
Saudara terkasih, kita harus bisa memberikan yang terbaik dari dalam diri kita. Hati kita harus senantiasa kuat dan mampu untuk melakukan pekerjaaan yang berguna bagi keselamatan diri kita, keluarga kita, Gereja, dan masyarakat. Kasih Kristus tidak akan berkesudahan karena selalu tersamar di dalam hati setiap orang yang percaya dan mau mengikuti kehendak-Nya. Percayalah bahwa Yesus selalu hadir dalam setiap liku kehidupan kita. Isi hati kita menggambarkan siapa kita.
(Fr. Marcelino Ronaldo)
“Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidanya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri”(Yoh. 14:11).
Marilah berdoa:
Ya Yesus, buatlah hatiku menjadi hatimu sebagai pewarta kebenaran dan sumber kekuatan bagi yang lemah. Amin.











