“Rendah Hati untuk Melayani”: Renungan, Kamis 18 April 2019

0
2761

Sore: Kamis Putih (P)

Kel.12:1-8:11-14; Mzm. 116;12-13,15-16bc, 17-18;1 Kor. 11 : 23-26; Yoh. 13:1-15.

Hari ini adalah hari yang mengingatkan kita pada peristiwa penting yaitu peristiwa hari-hari terakhir hidup Yesus. Peristiwa malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya merupakan momen yang penuh kenangan. Kenangan itu ditandai dengan beberapa hal yaitu, Yesus membasuh kaki para murid dan perjamuan-Nya bersama para murid. Makna yang terdalam dari peristiwa ini telah dilukiskan dalam bacaan-bacaan liturgi hari ini.

Bacaan pertama mengingatkan kita pada perjamuan malam di rumah-rumah orang Israel. Melalui perjamuan malam itu, kelak umat Israel akan mengenang kejadian yang begitu penting dalam sejarah yaitu ketika Tuhan menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir. Perjamuan itu berupa pengurbanan anak domba yang darahnya dibubuhkan pada pintu rumah orang Israel supaya mereka terhindar dari kematian anak sulung. Peristiwa ini merupakan suatu cara untuk mengingatkan umat Israel bahwa Allah menyelamatkan umat Israel. Bacaan kedua mengungkapkan tentang perjamuan kudus yang dilakukan oleh Yesus pada malam terakhir-Nya. Perjamuan itu ditandai dengan kasih. Muatan kasih itu mengingatkan dan memperbolehkan kita untuk meneruskan kasih Allah dalam Kristus kepada semua orang.

Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang peristiwa pembasuhan kaki  yang mengingatkan kita tentang pola dasar pelayanan Gereja. Yesus memperlihatkan suatu sikap yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin Gereja. Yesus mau menunjukkan bahwa melayani pertama-tama bukan tuntutan jabatan, melainkan sikap kerelaan mengutamakan orang lain. Sikap itu diantaranya yaitu merendahkan diri sendiri dan membangun orang yang dilayani dengan kasih serta persekutuan. Unsur lain yang terpenting dalam pembasuhan kaki adalah penebusan. Pengabdian dan penebusan itu makin jelas ketika Yesus melaksanakan misi penebusan-Nya di kayu salib.

Inilah misteri iman yang mau kita rayakan dalam peristiwa agung hari Kamis Putih. Kristus telah memberikan pengajaran yang memiliki kekuatan atau pengaruh untuk mengubah hidup orang lain. Kristus memberikan teladan nyata. Pengajaran-Nya itu mendorong, menuntut dan merombak pola hidup pelayanan kita. Saling memulihkan adalah tujuan utama pelayanan kita. Dari kerendahan, pengosongan dan penghambaan diri itu, mengalir pemulihan, persatuan dan pembangunan dalam diri kita.

 (Fr. Ongen Heatubun)

 ”Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu”(Yoh. 13:15).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan,  semoga kami senantiasa di dalam Engkau dan Engkau di dalam kami. Amin

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini