“Dia Mati untuk Semua Orang”: Renungan, Sabtu 13 April 2019

0
1819

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U)

Yeh. 37:21-28; Yer. 31:10,11-12ab, 13; Yoh. 11:45-56

Perbuatan baik yang mempunyai tujuan untuk kepentingan banyak orang, tidak selalu dapat diterima begitu saja. Perbuatan baik selalu membutuhkan pengorbanan. Realitasnya, ada beberapa orang yang melakukan kebaikan bagi banyak orang, malah ditentang dan bahkan dijatuhkan. Bahkan, mereka yang melakukan hal baik tersebut harus rela difitnah, rela dibenci, rela kehilangan kedudukan, dan bahkan harus rela mengorbankan hidupnya.

Kita tentu bertanya mengapa hal ini dapat terjadi. Ini dikarenakan kecemburuan, keserakahan, dan keegoisan akan kekuasaan dan harta duniawi. Sehingga keserakahan menggerogoti diri dan membutakan mata untuk melihat terang kebenaran.

Bacaan-bacaan hari ini mengisahkan pengorbanan Allah untuk mempersatukan seluruh umat-Nya yang telah tercerai berai. Tujuan yang baik dari Allah ini membutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Allah harus rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk mempersatukan umat-Nya.

Hal ini sungguh menjadi nyata lewat pengorbanan Yesus Kristus, yang wafat di kayu salib, oleh karena keegoisan, kehausan akan kekuasaan dan kehormatan dari imam-imam kepala dan orang-orang Farisi. Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersekongkol membunuh Yesus yang tidak bersalah karena takut kehilangan pengikut dan kekuasaan.

Dimensi pengorbanan Yesus sungguh tak terselami. Pengorbanan-Nya didasarkan atas rasa cinta. Cinta universal yang membawa keselamatan bagi banyak orang. Cinta yang sungguh menampikan bahwa Yesuslah Sang Kebenaran sejati. Sehingga kita pun pantas meneladan semangat-Nya ini.

Akhirnya perlu diingat bahwa kemegahan dunia sering membutakan mata manusia untuk melihat kebaikan. Oleh karena itu, kita sebagai anak-anak Allah dipanggil untuk menjadi saksi yang berani mewartakan kebaikan dan kebenaran.

Kita sebagai anak-anak Allah, harus berani berkorban untuk kebaikan banyak orang. Makanya kita diminta bercermin pada Yesus, ditolak dan dibenci demi kebenaran. Kita pun demikian, supaya jangan takut dibenci dan ditolak, jangan takut kehilangan kekuasaan, harta untuk menyuarakan kebenaran.

Allah tidak pernah menutup mata untuk melihat mereka yang berbuat baik. Sebab Allah pernah berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Surga maka yang lain akan ditambahkan kepadamu”. Allah tidak pernah lupa akan janji-Nya bagi mereka yang setia menaati perintah-Nya.

(Fr. Antonius Sadulia)

 “Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai” (Yoh. 11:51b-52).

Marilah berdoa:

Ya Allah, Sang Kebenaran Sejati, buatlah kami menjadi saksi-Mu yang berani berkorban demi menyuarakan kebenaran. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini